1300 Sekaa Layangan Bersaing Ketat di Pelangi Tabanan Kite Festival II 2018

126
Pelangi Tabanan Kite Festival II Ribuan Layang - Layang Hiasi Langit Pantai Nyanyi ( Eka Buana / Media Pelangi)

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Sebagai wadah organisasi bagi seluruh para pelayang dan pecinta layang-layang di Bali. Sebanyak 1300 sekaa perlombaan layang – layang  bersaing ketat dalam Pelangi Tabanan Kite Festival II 2018, yang di selenggarakan di Pantai Nyanyi Desa Beraban, Kediri, Tabanan, 8 hingga 9 September 2018. Pelangi Tabanan Kites Festival II 2018 mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari sekaa layang-layang di seluruh Bali.

Kite Festival ini merupakan event tahunan dengan melombakan beberapa layangan seperti Janggan, bebean, dan kreasi serta yang special dalam Kite festival ini di lombakan pecukan gegulak khas Tabanan, yang patut di lestarikan dengan  merebutkan piala bergilir Bupati Tabanan,”kata Ketua Panitia Pelangi Tabanan Kite Festival II 2018 I Made Edi Wirawan, di damping  Sektretaris Lomba I Putu Eka Putra Nurcahyadi, Minggu (9/9/2018).

Adapun total hadiah yang di perebutan dari semua katagori ini keseluruhan sekitar Rp 100 juta, serta masing – masing peserta juga mendapatkan kupon undian yang hadiahnya hingga doorprize 1 unit sepeda motor.

Dengan hadiah yang di sediakan oleh panitia, tentunya para peserta bersaing sangat ketat diantara peserta. Dalam perlombaan kali ini pihak Pelangi Tabanan menyiapan sekitar 33 juri  yang akan menilai dengan transfaran dan professional  yang di lakukan oleh juri yang sudah berpengalaman. Dari juri ukur, juri pantau dan juri penilai..

Sementara katagori dari penilain dari seni layangan itu sendiri, gegulak, ukuran yang tepat sesuai dengan aturan.  Untuk itu kekompakan para peserta perlu di jaga dan di perhatikan karena itu juga menjadi dasar dari penilain tim juri,”ujar Anggota Fraksi PDI P DPRD Tabanan.

Sekaa-sekaa layangan di Kabupaten Tabanan tidak pernah absen mengikuti lomba. Dikatakan, dengan adanya festival ini Tabanan bisa menarik wisatawan yang ingin melihat tradisi lokal Bali,”pungkasnya. (ka).