fbpx
JembranaTradisi

Makepung:Tradisi Adu Kerbau Di Kabupaten Jembrana

Jembrana,mediapelangi.com-Tradisi makepung kembali digelar dikabupaten Jembrana,event tahun ini mampu menyedot perhatian ribuan warga Jembrana termasuk wisatawan asing.

Ribuan penonton dan ratusan pasang kerbau yang akan dberkumpul di Desa Delod Berawah,Kecamatan Mendoyo, Jembrana,Minggu(20/11)

Tidak seperti kerbau pada umumnya semua kerbau yang akan di lombakan ini, begitu cantik lantaran dihias layaknya seorang penari.

Kerbau ini didatangkan bukan untuk mengikuti festival kecantikan kerbau melainkan untuk diadu kecepatan dalam tradisi makepung.

Tradisi ini awalnya muncul dari kegembiraan petani di Jembrana usai panen padi.Kerbau-kerbau yang sudah diikat dengan gerobak ini awalnya hanya digunkan untuk mengangkut hasil panen padinya.

Dari kebiasan ini kemudian sekitar tahun 1970’an muncul ide untuk melombakan kebiasan ini dan di beri nama makepung yang berasal dari kata kepung yang berarti saling kejar.

Dalam lomba ini ada dua kelompok dalam mekepung,yakni kelompok Ijogading Barat dengan bendera warna hijau sebagai penandanya dan kelompok Ijogading Timur dengan bendera warna merah sebagai penandanya.

Baca Juga:  Kebakaran Rumah Warga Medewi, Kerugian Rp 175 Juta

Tidak seperti balapan pada umumnya,pemenang dalam mekepung ini ditentukan oleh jarak.Jika kerbau yang pertama meninggalkan jauh kerbau dibelakangnya maka kerbau pertama yang menang.Namun jika kerbau kedua mampu mempersempit jarak dengan kerbau pertama maka kerbau kedualah yang menjadi pemenang.

Kerbau yang digunakan dalam tradisi ini adalah kerbau pilihan.Denagan kwalitas makanan dan perawatan kerbau mekepung sangat diperhatikan oleh pemilik agar sang kerbau bisa berlari kencang.

Seperti halnya yang di ungkapkan I Nengah Wintia,persiapan yang di lakukan sebelum lomba karbau di berikan jamu suntik,biar tenaga karbau fit serta makanananya juga perlu di perhatikan dengan memilih rumput yang bagus,”ungkapnya.

Dalam tradisi mekepung sepasang kerbau akan diikat gerobak kecil tempat sang joki mengendalikan laju kerbau dengan sebilah tongkat yang berisi paku.Tidak jarang akibat pukulan sang joki kerbau akan mengalami luka dibagian tubuhnya.

Baca Juga:  Kebakaran Rumah Warga Medewi, Kerugian Rp 175 Juta

Hal ini memicu reaksi beberapa wisatawan yang datang menyaksikan tradisi mekepung ini.salah satunya Petrick wisatawan asal Australia,mengatakan tradisi ini karena bisa menjadi tontonan warga serta wisatawan yang sedang berliburan di Bali,”ujarnya.

Tradisi mekepung ini mampu meningkatkan nilai jual kerbau dikabupaten Jembrana.Kerbau dalam mekepung yang kerap menjadi juara harganya akan sangat mahal jika dijual.

Bupati Jembrana I Putu Artha,saat membuka makepung mengatakan,tradisi mekepung kini dijadikan event tahunan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan dua kali perlombaan yakni Bupati Cup dan Jembrana Cup.

Diharapkan dengan even tahunan ini akan mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Kabupaten Jembrana dan mampu menggerakkan prekonomian masyarakat Jembrana,”terangnya-AD-MP-ekabun.

Berita Terkait

Rekomendasi Berita
Close
Back to top button
error: Konten ini terlindungi.