fbpx
SosialTabanan

Di Pengungsian, Bayi Berumur 13 Hari Ikut Mengungsi

Tabanan,mediapelangi.com-Ratusan warga Desa Ban,Kecamatan Kubu,Kabupaten Karangasem yang mengungsi di Kecamatan Marga.Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan bersama TNI/Polri serta warga  mendirikan tenda di Pos Induk di Kecamatan Marga.

Jumlah pengungsi yang terdata sementara waktu hingga Selasa(21/09/2017 oleh Dinas Sosial Kabupaten Tabanan yakni di Kecamatan Marga sebanyak 211warga.

Pengungsi tidak saja orang tua dan anak-anak mereka Seperti yang terlihat di tempat pengungsian, salah seorang pengungsi ini mengajak bayi yang baru dia lahirkan pada hari Kamis(14/09/2017) pukul 01.00 WITA. Anak kempat dari pasangan suami istri Nyoman Bunga dan I Nyoman Misi (35) harus ikut merasakan hidup di tempat pengungsian, karena rumah Banjar Glundungana,Desa Ban,Kubu, masuk dalam daerah KRB (Kawasan Rawan Bencana).

Baca Juga:  Tingkatkan Disiplin dan Kinerja, Diskominfo Tabanan Gelar Apel

“Terus mau gimana lagi pak, sudah kondisinya begini. Terpaksa bayi saya ini harus diajak mengungsi. Umurnya baru tiga belas hari terpaksa mengajak anaknya ikut mengungsi demi keselamatan keluarganya ” ujar Bunga.

Bunga yang mengajak anaknya yang baru lahir tiga belas hari lalu. Anaknya ini adalah anak yang ke empat,saat melahirkan dengan lahir normal hanya dibantu iparnya,saat ditanya berat bayinya Bunga mengatakan belum sempat menimbang berapa berat bayi saya,”ucapnya dipos Induk pengungsi Kecamatan Marga.Selasa(27/09/2017).

Saat ditanya siapa nama bayi yang baru dia lahirkan tiang beri nama Ketut Septa Purbana,yang ditemani suaminya I Nyoman Misi.

Dia juga bersyukur,Pemerintah Tabanan sangat memperhatikan para pengungsi,mulai dari kebutuhan makanan hingga tempat pengungsian,dengan memberikan prioritas bantuan juga kepada anak-anak dalam bidang pendidikan,”ungkap Ibu empat anak ini.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti,di sela sela mengunjungi pengungsi mengatakan sejak menerima pengungsi, pihaknya sudah membentuk tim khusus yang menangani masalah logistik dan kesehatan pengungsi. Sejauh ini, semua pelayanan berjalan baik. Sumbangan logistik dari berbagai pihak swasta juga terus berdatangan.Sehingga, urusan logistik tidak perlu dikhawatirkan lagi,”ujar pejabat asal Tegeh Angsri.

Sementara itu, dari data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Tabanan, sampai dengan Selasa (26/09/2017) jumlah pengungsi dari Karangasem di Kabupaten Tabanan telah mencapai angka 3.041 jiwa. Bahkan, jumlah itu bisa diperkirakan bertambah.(*mp-eka).

 

 

Berita Terkait

Back to top button
error: Konten ini terlindungi.