fbpx
BirokrasiTabanan

Tabanan Gelar Konasgi 2017, Ciptakan Character Building Kuat Bagi Generasi Penerus Bangsa

Tabanan, mediapelangi.com – Untuk pertama kalinya di Bali, Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Tabanan menggelar Konferensi Nasional Guru dan Inovasi Pendidikan (Konasgi). Konferensi ini diikuti ratusan guru yang berasal dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini dipusatkan di Wisma PLN Bedugul, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Senin (6/11/2017). Bupati  Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang hadir dan juga membuka acara memberikan apresiasinya atas kegiatan tersebut, karena kegiatan ini merupakan hal yang penting di dunia Pendidikan karena sangat berguna bagi masa depan, khususnya dalam menciptakan character building yang kuat.

“Saya sangat bangga dengan terselenggaranya kegiatan ini, apalagi ini merupakan pertama kalinya di Bali. Ini berguna bagi masa depan, bagi peserta dari seluruh Indonesia agar bisa membuat hal menarik sesuai dengan tema edukatif dan inovatif,” ungkap Bupati Eka.

Melalui konferensi ini guru dan para pemerhati pendidikan dari seluruh Indonesia akan bertukar informasi dan inovasi di bidang pendidikan masing-masing daerah sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu yang paling penting adalah menanamkan kepada generasi muda tentang nilai-nilai karakter bangsa Indonesia.

“Character building sangat penting, karena informasi bergerak dengan sangat cepat. Bagaimana menciptakan character building generasi penerus  yang sangat kuat,dan memiliki empati sosial tidak invidualistik,” jelas Bupati Eka.

foto-Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Tabanan menggelar Konferensi Nasional Guru dan Inovasi Pendidikan (Konasgi). di Wisma PLN Bedugul, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Senin (6/11).

Selain itu pihaknya juga sangat menginginkan generasi penerus yang mempunyai character building yang kuat sesuai dengan adat budaya Indonesia, akal budi perkerti yang baik. Agar hasil output nya dirasakan oleh semua generasi, khususnya generasi muda yang ada di Indonesia. Selain itu juga diharapkan anak-anak memiliki skill sehingga mampu bersaing.

“Selain character building, anak – anak juga bisa mempunyai skill yang bisa membuat mereka mendapatkan pekerjaan sesuai dengan skill yang di miliki dan mampu bersaing, berkompetisi tidak pernah kalah dan agar mereka dapat mengembangkan sayap selebar- lebarnya, tanpa meninggalkan adat budayanya, kita orang Indonesia,” imbuh Bupati.

Sementara itu Panitia Kegiatan, Luh Putu Artini mengatakan tujuan dari konferensi ini adalah sebagai ajang untuk membangun network antar pendidikan seluruh Indonesia dan juga memotivasi mereka untuk terus berkarya dan mampu menunjukan hasil karya mereka itu secara nasional pada umumnya khususnya di Bali.

Baca Juga:  Lupa Matikan Dupa, Rumah Budiarta Ludes Terbakar

“Target yang ingin dicapai kedepan adalah mencapai kualitas guru pengajar yang baik dan berdampak juga ke anak didik yang baik pula agar mendapatkan kualitas generasi muda  yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ungkapnya.

Artini menambahkan, antusiasme untuk mengikuti konferensi ini sangatlah besar namun karena keterbatasan tempat, peserta hanya di batasi 200 orang.

“Peserta yang mengikuti Konfrensi ini dibatasi 200 orang, padahal begitu banyak nya peserta yang ingin mengikuti konfrensi ini. Saat presentasi juga akan dilakukan penilaian terhadap penyaji terbaik dan yang berkompeten untuk menunjukan Karya Ilmiah yang inovatif,” imbuhnya.

Konfrensi ini mengundang para guru, pemerhati dan penggiat Pendidikan dari seluruh Indonesia untuk menunjukan hasil karya  mereka, seperti Karya Ilmiah atau hasil Inovasi ataupun Kreatifitas Pendidikan seperti  karya makalah dan pameran Poster.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa,  Ketua PGRI Pusat Unifah Rosyidi, Anggota DPRD Komisi IV Kabupaten Tabanan I Made Dirga, Ketua Dewan Pendidikan I Wayan Madra,  OPD Tabanan,dan Para Narasumber, Akademisi Penggiat Pendidikan, dan peserta Konasgi dari seluruh Indonesia. (hms/ay)

Berita Terkait

Back to top button
error: Konten ini terlindungi.