fbpx
BirokrasiJembrana

Lalu Lintas ke Gilimanuk Akan Dialihkan Jika Bandara Kembali Ditutup

Jembrana,mediapelangi.com- Menyikapi dampak erupsi Gunung Agung dan penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Polres jembrana menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait.Dalam rapat koordinasi ini adanya lonjakan kendaraan dan penumpang yang akan menyebrang ke Jawa lewat Gilimanuk. Kamis(30/11/2017).

Rapat koordinasi dalam rangka menyikapi bencana erupsi Gunung Agung dan penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi topik utama yang dibahas.Rapat dilaksanakan di ruang rapat PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk.

Dengan adanya lonjakan jumlah kendaraan dan penumpang terutama wisatawan asing yang menyebrang ke Jawa melewati Pelabuhan Gilimanuk akibat dampak penutupan Bandara.

Kapolres jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo berencana akan melakukan pengalihan arus lalulintas jika kembali terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan yang lebih besar apabila kembali ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai,akibat dampak erupsi Gunung Agung.

Baca Juga:  Pj Bupati Buleleng Dorong Koperasi Lebih Inovatif dan Maju

Menurut Kapolres gang diperkampungan warga yang juga menuju pintu masuk pelabuhan Gilimanuk akan dipergunakan untuk menampung kendaraan yang akan menuju pelabuhan, kami akan alihkan ke gang satu dua tiga,untuk jalur yang sedang diperbaiki kita akan gunakan untuk jalur masuk pelabuhan. Untuk yang masuk Bali kita akan alihkan menuju keluarnya di pura Dalem,”ungkapnya.

Walau terjadi pengalihan arus lalulintas,namun dalam rapat koordinasi,tadi diputuskan untuk memprioritaskan kendaraan pengangkut sembako yang akan keluar dan masuk Bali.

Sementara itu PT ASDP Gilimanuk dalam rapat koordinasi ini mengaku jika selama lebih dari dua hari penutupan bandara I Gusti Ngurah Rai,Rabu(29/11) terjadi lonjakan jumlah kendaraan dan penumpang yang menyebrang ke Jawa lewat Pelabuhan Gilimanuk sebesar 200 persen dibanding hari normal.

PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk juga mengaku siap menghadapi serbuan penumpang jika bandara I Gusti Ngurah Rai kembali ditutup salah satunya dengan menyiagakan semua armada kapal yang dimiliki yakni sebanyak 56 kapal.(*mp-eka-ak).

 

Berita Terkait

Back to top button
error: Konten ini terlindungi.