fbpx

Diduga Depresi, Ibu Rumah Tangga Ini Nekat Ceburkan Diri ke Sumur

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Diduga karena depresi prahara rumah tangga, seorang ibu rumah tangga (IRT) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke dalam sumur, pada Kamis(10/11/2020) sekitar pukul 04.00 Wita.

Korban bernama NN D(40) warga Banjar Umadiwang Kawan, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan Bali ditemukan tewas setelah menceburkan diri di sumur.

Kapolsek Marga, AKP I Wayan Suta Arcana saat dikonfirmasi membenarkan  kejadian tersebut. Dari motif dan keterangan saksi diketahui karena persoalan rumah tangga.

“Kejadian bermula ketika korban  sekitar pukul 03.30 Wita bangun dari tidurnya dan langsung kehalaman rumah,”jelas AKP Suta Arcana.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Tinjau Pengerjaan Taman Alit Saputra

Kemudian di susul sama suaminya juga ikut bangun menemui korban dan bertanya kenapa bangun pagi. Dan  korban menjawab mau masak nasi dan maui ngambil beras ke dapur dan menyuruh suaminya tidur kembali.

Suta Arcana menambahkan, sekitar pukul 04.00 Wita suami korban mendengar suara ada jatuh ke dalam sumur.  Dan ia langsung bangun dan melihat korban tidak ada di dapur.

“Karena tidak melihat didapur, suami korban melihat tutup sumur dalam keadaan terbuka. Kemudian suami korban mengambil senter dan tali plastik di bantu piahk keluarganya sepontan turun ke dalam sumur sedalam 18 meter, korban tidak ditemukan. Akhirnya melaporkan kejadian itu ke kepala wilayah dan melaporkan ke Polsek Marga,” jelasnya.

Baca Juga:  Warga Selemadeg Tewas Tertimpa Pohon yang Ditebangnya

Selanjutnya pihaknya meminta bantuan ke BPBD Tabanan dan Basarnas Bali untuk melakukan evakuasi. korban Dan sekitar pukul 07.15 Wita korban berhasil di evakuasi, oleh tim gabungan.

Dari pemeriksaan luar  tidak ada kekerasan pada tubuh korban. Tim medis langsung mendatangi TKP dan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, terdapat keluar darah dari hidung sebelah kanan dan mulut mengeluarkan busa.

Dari pihak keluarga, atau suami korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima sebagai musibah.[mp]

error: Konten ini terlindungi.