fbpx

Dugaan Malpraktik Dokter, Polisi Segera Panggil Saksi

TABANAN, MEDIAPELANGI.com  –  Dugaan malpraktik oleh Dokter praktek swasta Sat Reskrim Polres Tabanan sejauh ini baru akan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi.

Meskipun kasus ini sudah adukan oleh perangkat Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan Bali.

“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan akan segera memanggil beberapa saksi untuk meminta ivestigasi berkaitan dengan adanya pengaduan. Setelah itu akan pertayakan hal-hal yang berkaitan dengan kejadian itu dan memastikan apa ada dan tidaknya tindak pidana,”kata Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar, Kamis (10/11/2022).

Namun dikatakan Aji Yoga Sekar pihak akan segera menindaklanjuti setiap ada perkembangan terkait dugaan kasus malpraktik ini.  Dengan melakukan penggilan terhadap saksi-saksi yang ada di TKP. Kemudian yang di Puskesmas dan yang melakukan tindakan saat menangani pasien tersebut.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Tinjau Pengerjaan Taman Alit Saputra

“Tim sudah turun kelokasi sementara hasilnya menyusul. Dan rencananya juga akan memanggil dokter yang menangani korban,”ungkapnya.

Sebelumnya di beritakan, seorang dokter praktek swasta di Pupuan diadukan ke Polres Tabanan karena dengan dugaan malpraktik. Pengaduan masyarakat, yang dilakukan oleh perangkat Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan Bali.

Pasalnya dugaan malpraktik yang dilakukan seorang dokter,setelah seorang warga Desa Padangan, Ni Ketut Mariani (48) meninggal saat menjalani operasi bedah minor.

Operasi itu gagal, dengan alasan menyusul adanya ketidakjujuran dari pasien soal alergi yang diderita.

Perbekel Padangan, I Wayan Warditha, mengatakan, tujuan kedatangan perangkat desa ini adalah sebenarnya mencari informasi yang lebih jelas terkait meninggalnya salah satu warganya saat menjalani operasi bedah minor.

Sebab, hingga saat ini, pihak desa belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari instansi terkait.

Baca Juga:  Minimalisir Permasalahan Administrasi Dan Tindak Pidana Korupsi; Dudukan Desa Adat Perlu Mendapat Perhatian Serius

Lanjut Warditha beberapa waktu lalu itu baru jawaban sepihak saat pertemuan di kantor DPRD. Dimana belum ada menanyakan terhadap keluarga korban. Begitu pula saat dari dinkes turun menyikapi permasalahan ini. Tapi kelihatannya seperti ini sedikit sekali kewenangan Pemerintah Daerah. Karena ini praktik dokter swasta. Lain dengan Puskesmas dan Pustu. Mestinya IDI yang  proaktif. Tapi sampai saat ini belum bisa memuaskan jawaban-jawabnya dari pihak terkait,” ungkapnya.

“Istrinya yang meninggal dunia ini sebelum di operasi harus ada surat persetujuan untuk dilakukannya tindakan. Harusnya kan ditandatangani, bukan hanya cap jempol. Sedangkan suami dan keluarga terdekatnya tidak ada persetujuan operasi.”Jadi hal lain ada lima poin yang coba kami sampaikan kepada Polres Tabanan ini,” tegasnya.[mp]

 

 

 

 

error: Konten ini terlindungi.