fbpx
HukumTabanan

Pelaku Pencurian Scanner Injeksi Motor di Tabanan Ditangkap, Modus Kejadian Terungkap

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Unit Reskrim Polsek Tabanan berhasil mengungkap kasus pencurian dua buah scanner injeksi motor merk Starnics dan Jpiag Pro M 100.
Kejadian tersebut bermula pada Sabtu, 30 September 2023, sekitar pukul 08.30 Wita, di bengkel milik korban Fery Widiyanto (35), Desa Dauh Peken, Tabanan.

Kapolsek Tabanan, Kompol I Nyoman Sumantara, menjelaskan bahwa korban menemukan pintu rolling door bengkel sudah dibobol saat tiba di lokasi. Selanjutnya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tabanan. Setelah mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Tabanan melakukan penyelidikan di sekitar Desa Dauh Peken.

Dari hasil keterangan di lapangan, tim opsional mendapatkan informasi tentang pelaku bernama Gede Adi Merta Negara alias Tengkek (18). “Tim berhasil menemukan tempat tinggal dan tempat bekerja pelaku. Pada Rabu, 31 Januari 2024, tim berhasil mengamankan pelaku di rumahnya,”tegas Kompol Sumantara, Jumat (2/2).
Setelah mendapatkan laporan, Tim Opsnal Polsek Tabanan melakukan penyelidikan di seputaran Desa Dauh Peken. Informasi dari masyarakat membawa petunjuk bahwa pelaku bernama Gede Adi Merta Negara alias Tengkek (18) Setelah beberapa hari melakukan pengintaian, pada Rabu, 31 Januari 2024, Tim berhasil menemukan tempat tinggal pelaku di Jalan Seruni Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken.

Baca Juga:  PDIP Tabanan Tetap Jadi 'Kandang Banteng' Berhasil Naikan 3 Kursi di DPRD

Meskipun pelaku tidak ditemukan di tempat tinggalnya, Tim berhasil menemukan pelaku di tempat kerjanya di Bengkel Scooter Jam, Jalan Ir Soekarno depan SPBU Gerokgak Banjar Gerokgak Gede, Desa Delod Peken. Pelaku, Gede Adi Merta Negara, diamankan oleh Tim untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Pelaku mengakui bahwa pada Jumat, 29 September 2023, sekitar jam 03.00 Wita, dia mencuri dua buah scanner injeksi motor merk Starnics dan Jdiag Pro M 100 dari bengkel korban. “Pelaku masuk dengan merusak gembok pintu rolling door menggunakan besi linggis,”ungkapnya.

Scanner yang dicuri kemudian dijual oleh pelaku. Scanner merk Starnics ditawarkan ke Bengkel Suka di Banjar Tuakilang Beleran, Desa Denbatas, Tabanan, namun tidak laku. Sementara scanner merk Jpiag M Pro 100 dijual dengan harga Rp 700 ribu dan dikirim melalui J&T ke Jember, Jawa Timur.

Uang hasil penjualan digunakan pelaku untuk membeli alat motor seharga Rp 350 ribu, sisanya digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP.

Dalam pengembangan kasus, pelaku juga mengakui terlibat dalam pencurian di SD Negeri 03 Delod Peken dan Kantor Jasa Pengiriman J&T. Pelaku mencuri celengan di ruangan guru SD Negeri 03 Delod Peken serta uang di laci kasir Kantor Jasa Pengiriman J&T. Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.[*mp]

Berita Terkait

Back to top button
error: Konten ini terlindungi.