fbpx
HiburanPariwisataTabanan

Sunset di Kebun Raya: Memadukan Musik dan Konservasi Lingkungan

“Menyuarakan Konservasi dan Cinta Lingkungan”

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kebun Raya kembali menyelenggarakan program “Sunset di Kebun,” sebuah acara pertunjukan musik intimate yang mengusung pesan cinta lingkungan dan konservasi. Setelah sukses di Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Bogor pada Maret dan April 2024, kini giliran Kebun Raya Bali yang menjadi tuan rumah acara ini.

Sebagai pusat konservasi tumbuhan dan tempat eduwisata yang kaya akan keanekaragaman hayati Indonesia, Kebun Raya berkomitmen untuk meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan. Di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan bermitra dengan PT. Mitra Natura Raya (KebunRaya.id), Kebun Raya menjalankan fungsinya dalam penelitian dan konservasi tumbuhan serta menyelenggarakan pelayanan publik yang mendukung edukasi dan konservasi lingkungan.

“Sunset di Kebun” adalah manifestasi dari lima fungsi utama Kebun Raya: konservasi, edukasi, wisata, penelitian, dan jasa lingkungan. Program ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya konservasi melalui pendekatan yang menarik dan relevan, seperti musik dan program kreatif lainnya.

Pada tahun ini, “Sunset di Kebun Raya Bali” diadakan di Dewata Avenue, sebuah lokasi baru yang menawarkan pemandangan indah dan kedekatan dengan Rumah Kaca Begonia, salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bali.

Acara berlangsung selama dua hari, menampilkan berbagai artis terkenal mulai pukul 12.00 hingga 19.30 WITA. Hari pertama menampilkan Kunto Aji, Nadin Amizah, Nosstress, Bagus Wirata, dan Akalpati. Sedangkan pada hari kedua, penonton akan dihibur oleh Pamungkas, Idgitaf, Reality Club, Petra Sihombing, dan Somethink. Selain musik, acara ini juga menampilkan Tari Cendrawasih, kesenian lokal Bali.

Abi Irawan, General Manager Event Kebun Raya, menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk mengajak generasi muda lebih mengenal alam dan flora yang ada di Kebun Raya. “Sunset di Kebun menyuguhkan keindahan alam terbuka, musik harmonis, serta keintiman antara musisi dan penonton. Ini menjadi daya tarik tersendiri, di mana penonton dapat menikmati musik dalam suasana santai dan alami,” ujar Abi.

Selain pertunjukan musik, acara ini juga menyertakan berbagai kegiatan lain yang tergabung dalam sub-program Culture, Conservation, Lesstari, dan Natura:

Culture: Mengangkat kebudayaan lokal melalui musik dan tarian, bekerjasama dengan sanggar kesenian lokal.

Baca Juga:  Cegah Tindak Kejahatan, Desa Tegalmengkeb Pasang CCTV

Conservation: Mempromosikan pentingnya konservasi dengan memperkenalkan “plant heroes,” kali ini menyoroti Nepenthes (Kantong Semar) sebagai pengendali hama serangga dan penyerap CO2.

Lesstari: Program keberlanjutan yang menekankan pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, terutama sampah.

Natura: Mengajak penonton mengeksplorasi area hijau dengan kegiatan seperti kelas edukasi kokedama, flower bouquet, pot coloring, beaded jewelry making, dan upcycle clothes.

Selain program utama, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai tenant F&B dan non-F&B, termasuk booth makanan dengan menu andalan Sunset Punch dan Chicken Pops, serta beberapa tenant lokal seperti Monjue, Cup of Viela, Rempah Rengganis x Nala, Daebak Streetfood, Chakra Tavern, Steak and Go, Palka Art Craft, dan Warung Pala Bali.

Dengan berbagai kegiatan dan hiburan yang ditawarkan, “Sunset di Kebun Raya Bali” tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan konservasi yang menginspirasi kecintaan terhadap lingkungan.[rls]

Berita Terkait

Back to top button
error: Konten ini terlindungi.