Aduh, Terlilit Utang Tewas Minum Racun Serangga

159
I Nengah Sukarta (37) warga Jalan Jepun Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan nekat menghabisi nyawanya dengan minum racun serangga, Senin (26/7/2021). [istimewa]

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Diduga lantaran terlilit utang I Nengah Sukarta (37) warga Jalan Jepun Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan nekat menghabisi nyawanya dengan minum racun serangga, Senin (26/7/2021). Korban ditemukan tewas oleh istrinya sekitar pukil 05.30 WITA di teras rumahnya.

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia mengatakan, berdasarkan laporan sekitar pukul 04.00 Wita istri korban bangun melihat suaminya sedang menonton youtube di handphone, kemudian keluar kamar, sedangkan saksi masih tiduran kemudian sekira pukul 05.30 Wita saksi keluar kamar dan menemukan suaminya sudah tidur terlentang di teras rumah dan sudah tidak bergerak sama sekali.

Baca Juga:  Jawaban Bupati Tabanan Terhadap Pemandangan Umum Fraksi Atas Ranperda Tentang APBD 2021

“Korban diduga minum racun serangga dimana di sebelah korban di temukan gelas berisi bekas cairan berwarna biru yang diduga racun serangga yang telah di minum oleh korban,”kata Subagia.

Melihat kondisi itu, istri korban langsung menghubungi keluarganya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tabanan.

Dari keterangan pihak keluarga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun serangga karena memiliki masalah ekonomi di mana korban terbelit hutang di tempat kerja.

Korban sudah meminjam uang dengan menggunakan jaminan sertifikat keluarga dan kemarin di hubungi oleh anak buahnya kalau di proyek ada masalah dan diduga korban mengalami depresi sehingga korban mengambil jalan pintas dengan minum racun serangga.

Baca Juga:  Jadi Ujung Tombak Pertanian, Wabup Edi Minta Penyuluh Dampingi Petani

Dari hasil pemeriksaan, Sukarta diduga tewas setelah meminum racun serangga. Hal tersebut diperkuat dengan temuan gelas berisi bekas cairan berwarna biru di dekatnya. “Korban diduga membawa racun serangga di gelas dan meminumnya,”jelasnya.

Ditambahkan  pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi  dan menerima kematian korban dengan iklas serta menganggap hal tersebut sebagai musibah.[mp]