Antisipasi ASF, Distan Jembrana Gencarkan Sidak Daging Babi

179
Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Bali melalukan pemeriksaan daging babi di Pasar Umum Negara, Senin (10/2/0202).

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Jelang hari raya Galungan dan kuningan di Bali dipastikan permintaan daging babi akan mengalami peningkatan. Guna mencegah Wabah virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang babi terjangkit pada daging babi yang dijual dipasar.

Dinas terkait Senin (10/2/2020) melakukan pengecekan pedagang daging babi di Pasar Umum Negara.

Tidak hanya melakukan pengecekan, petugas dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Bali juga melalukan pemeriksaan luar dan pengambilan sample daging babi yang dijual pedagang.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Corona, Gubernur Koster Imbau Masyarakat Bali Tetap di Rumah Sehari Setelah Nyepi

Hal ini dilalukan untuk mencegah adanya daging babi yang dijual pedagang terpapar Wabah Virus African Swine Fever (ASF)

I Made Haris Yustika, petugas pemeriksa daging mengaku dari hasil pemeriksaan ini petugas tidak menemukan adanya daging babi yang dijual tidak layak konsumsi atau terjangkit penyakit. Setelah kami cek semua daging itu layak untuk dikonsumsi. “Tidak ada yang mengandung cacing ataupun penyakit lainnya,”jelasnya.

Walau harga daging babi saat ini menurun dari Rp 70 ribu menjadi Rp 60 per/kg, namun pegang mengaku tidak tahu pasti penyebab menurunnya harga daging babi ini.Dan permintaan daging babi masih tetap normal.”kata Ni Ketut Darwati salah satu pedagang di Pasar Umum Negara.

Baca Juga:  Ratusan Santri Pulang ke Bali, Langsung Disemprot Disinfektan

Pedagang daging babi berharap, adanya isu  Wabah Virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang babi ini tidak sampai mempengaruhi permintaan dan harga daging babi dipasaran.

Apalagi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan dimana permintaan daging babi dipastikan akan mengalami peningkatan.(mp/ka-ak)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here