APKASI 2019, Wagub Cok Ace Harap Ada Ide Baru Bagi Peningkatan Layanan Publik

65
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Rabu (21/8/2019)

BADUNG, MEDIAPELANGI.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Rabu (21/8/2019).

Dalam sambutan selamat datangnya dihadapan anggota APKASI yang terdiri dari para bupati seluruh Indonesia, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan APKASI Tahun 2019.

Suasana alam  Bali serta budaya dan keramah tamahan masyarakatnya diharapkan dapat memberikan spirit serta semangat baru bagi para peserta untuk mengikuti jalannya pertemuan sehingga dapat menghasilkan ide ide baru maupun inovasi baru dalam upaya meningkatkan pelayanan publik  dan  kesejahteraan masyarakat.

“Dengan diselenggarakannya APKASI di Bali saya harapkan ada ide ide baru, inovasi baru sehingga APKASI akan semakin maju, bisa memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat, “ imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace juga  menyampaikan bahwasannya Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia terus melakukan inovasi baik dalam layanan publik maupun pembangunan infrastruktur  dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini Bali tengah dihadapkan pada dua persoalan mendasar yaitu adanya ketimpangan pembangunan wilayah antara Bali bagian Utara dengan Bali bagian Selatan serta ketimpangan antara Sektor Pertanian dan sektor Pariwisata.

Baca Juga:  Melawan Saat Diamankan, Residivis Pembobol Rumah Kosong Didor Polisi

“Dengan visi kami Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali baik secara sekala maupun niskala, kita menata Bali secara fundamental dan komprehensif menuju Bali era baru, “ tuturnya.

Sementara itu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menyampaikan bahwasannya keberadaan daripada APKASI amat penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan berbagai inovasi serta ide ide baru yang telah dilakukan pemerintah kabupaten  dalam pelayanan publik maupun pembangunan infrastruktur, baik dengan menggunakan APBD maupun APBN telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di desa.

Baca Juga:  Gagal Jambret Kalung, Sumerta Babak Belur Dihajar Warga

Menteri Desa mengurai angka kemiskinan pedesaan  dari Tahun 2015 yang berada di posisi 11,22 turun ke angka 9,66 di Tahun 2018. “ Ini merupakan hasil kerja keras kita semua dalam menurunkan angka kemiskinan di desa. Kedepan dana desa akan semakin meningkat, mari kita bekerja bersama, kita manfaatkan dana yang ada untuk membangun desa sehingga kesejahteraan masyarakatnya semakin meningkat, “ pungkasnya.

APKASI merupakan wadah kerjasama pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia yang terbentuk sejak Tahun 2000. Kehadiran APKASI bertujuan meningkatkan peran otonomi daerah di tingkat Kabupaten , memiliki semangat kuat dalam membangun daerahnya dan sebagai mitra strategis antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. APKASI memiliki tugas pokok sebagai advokasi , mediasi dan fasilitasi bagi pemerintah kabupaten denagn pemerintah pusat dan insatnsi lainnya.

APKASI 2019 yang berlangsung dari tanggal 21-23 Agustus 2019 juga diisi dengan pameran Aplikasi Smart Regency Expo.(*amb)