Bandara Ngurah Rai Perketat Pengamanan Pasca Teror Bom

146
Bandara Ngurah Rai Perketat Pengamanan Pasca Teror Bom. (foto-ist)

BADUNG, MEDIAPELANGI.com – Pasca aksi teror dalam wujud bom bunuh diri yang terjadi di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkatkan keamanan serta kewaspadaan personel yang bertugas.

“Peningkatan pengamanan demi terjaminnya situasi bandar udara yang aman. Sebagai obyek vital nasional yang berperan penting terhadap hajat hidup orang banyak, situasi nyaman penting untuk diciptakan,” terang General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, Haruman Sulaksono, dalam keterangan persnya, Selasa (4/6/2019).

Haruman memaparkan, langkah peningkatan keamanan yang tengah dilakukan di antaranya peningkatan frekuensi patroli personel Airport Security, peningkatan pemantauan dan pengawasan melalui CCTV, peningkatan pemeriksaan barang secara random sampling dengan menggunakan Explosive Trace Detection (ETD) di check-in area.

Tidak hanya itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap para calon penumpang, barang, dan kendaraan yang akan memasuki sisi udara. Untuk proses tersebut pihak bandara berkoordinasi dengan personel tim keamanan gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Udara, Polsek KP3, dan unit K9.

“Personel kami senantiasa sigap dalam memastikan keamanan bandar udara. Personel walking patrol dari unit Airport Security kami kerahkan untuk pengawasan, begitu pula kami telah melakukan langkah peningkatan pemantauan CCTV di area-area yang masuk dalam kategori rawan,” kata Haruman.

Ditambahkan, pihak bandara juga telah mengimplementasikan peningkatan pemeriksaan terhadap arus penumpang, barang, dan kendaraan yang masuk ke dalam Daerah Keamanan Terbatas (DKT) di sisi udara. Kendati demikian, unsur kenyamanan dan pelayanan kepada para penumpang tetap menjadi hal yang utama.

“Kami menghimbau kepada para pengguna jasa bandar udara untuk turut mendukung terciptanya keamanan bandar udara, dengan cara melaporkan kepada petugas kami jika menjumpai barang yang mencurigakan, serta jika menemukan indikasi yang dapat membahayakan keamanan bandar udara dan keamanan penerbangan,” pungkas Haruman. (aw)