Buka Rakerda ASITA, Sekda Dewa Indra Ajak Pelaku Pariwisata Bangun Kekuatan Ekonomi Lokal

95
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra membuka secara resmi Rakerda ASITA Bali 2019, di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Jumat (15/3/2019). 

BADUNG, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra membuka secara resmi Rakerda ASITA Bali 2019, di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Jumat (15/3/2019).

Dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk bersama sama membangun kekuatan ekonomi lokal. Pariwisata merupakan lokomotifnya perekonomian Bali dan berperan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Bali.

Namun itu bukan berarti sektor pariwisata tumbuh sendiri dan menyampingkan sektor ekonomi lainnya seperti pertanian dan industry kreatif. Sektor pariwisata diharapkan bisa tumbuh kuat tanpa meminggirkan sektor lainnya sehingga terbangun kekuatan ekonomi lokal Bali. “ Jangan sampai sektor pertanian hanya menjadi penonton dari pesatnya pertumbuhan pariwisata. Bagaimana kita mengaitkan pariwisata dengan aktivitas ekonomi lainnya sehingga terbentuk ekonomi yang kuat. Pemahaman ini harus menjadi jiwa dan spirit kita bersama , kita perkuat ekonomi lokal, sumber daya lokal dan maju bersama sama, “ imbuhnya.

Ditambahkan Dewa Indra, Pemprov Bali berkomitmen tinggi dalam menata dan memajukan pariwisata Bali serta sektor pertanian dan industry kecil. Hadirnya Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 terkait Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali merupakan salah satu wujud dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian dan industry kecil, bagaimana agar pariwisata bisa terkoneksi dengan pertanian dan industry kecil. Untuk itu, Dewa Indra berharap semua pihak baik pelaku pariwisata, pemerintah maupun masyarakat bergandeng tangan dan berkomitmen memajukan ekonomi lokal.

Terkait pelaksanan Rakerda  ASITA yang mengangkat tema ASITA bersama pemerintah menuju pariwisata  berkualitas yang berkelanjutan, Dewa Indra berharap agar semua program yang disusun dan ditetapkan ASITA bisa dievaluasi kelemahannya dan menyusun program kedepannya yang disesuaikan dengan tantangan dan dinamika pariwisata. (*amb)