Bupati Eka buka Kick Off dan Workshop Konsolidasi Internal RIF di Pupuan-

68
foto ist - Bupati Eka buka Kick Off dan Workshop Konsolidasi Internal RIF di Pupuan- Ditandai dengan Pemukulan Gong

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan rasa bangganya saat acara Kick Off dan Workshop Konsolidasi Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata di Kawasan Nikosake, proyek Resfonsive Innovation Fund (RIF), Kamis (03/05/2018) di Balai Serbaguna Desa Blimbing, Pupuan.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam RPJMN, Kabupaten Tabanan termasuk kawasan perdesaan prioritas Nasional (KPPN). “Dan Saya bangga, lima Desa dari kawasan KPPN tersebut, satu-satunya di Bali mendapatkan dana hibah dari Program Responsive Innovation Fund (RIF). Yang merupakan kerjasama dengan Bappenas dan Pemerintah Kanada sebagai Desa yang memilikki inovasi dalam bidang pertanian”, pungkas Bupati perempuan pertama di Bali ini saat membacakan sambutan pada acara tersebut.

Orang nomer satu di Tabanan tersebut juga menjelaskan lima Desa itu dibranding dengan nama kawasan “NIKOSAKE” dan sudah ditetapkan dalam keputusan Bupati tentang lokasi pembangunan kawasan Nikosake sebagai Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata, jelas Bupati yang akrab disapa Eka itu.

“Dilihat dari namanya, ini agak ke Jepang-jepangan. Semoga hasilnya bisa seperti di Jepang. Disana Pemerintahnya sangat memperhatikan para petani. Dengan adanyan RIF ini, semoga petani di Tabanan bisa maju dan tambah sukses”, pungkas Eka.

Pada acara yang dihadiri oleh Senior Development Officer Global Affair Kanada Mr. Jefry Ong, Bupati Eka juga menjelaskan dalam Tabanan Serasi Jilid II, ditetapkan arah kebijakan pembangunan. Salah-satunya adalah menggerakan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian dan pariwisata.

Bupati Eka juga mengharapkan dengan adanya kawasan Nikosake (Nira, Kopi, Salak dan Kelapa) ini, Desa Belimbing dengan Niranya, Munduktemu dengan kopinya, Wanagiri dengan potensi Salaknya dan Lumbung Kauh dengan kelapanya, disamping membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru (Generator Ekonomi). Namun diharapkan juga dapat memberikan Multiplier Effect bagi seluruh masyarakat Tabanan, dalam hal meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya Petani.

Bupati cantik itu juga mengajak seluruh stake holders terkait, baik Pemerintah, kalangan Pengusaha dan masyarakat agar dengan serius dan bersungguh-sungguh merencanakan konsep pengembangan kawasan. Sehingga upaya meningkatkan perekonomian dan kualitas hidup masyarakat menuju Tabanan Serasi bisa terwujud, seru Bupati Eka.

“Saya cuma penyambung lidah. Selanjutnya kita gotong-royong, bahu membahu, menggarap dengan serius dan bersungguh-sungguh dalam membangun Tabanan menjadi lebih baik lagi”, ajak Eka.

“Dan Saya harapkan juga Tabanan bisa menjadi contoh. Dan petani Tabanan bisa menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri. Jadi raja di rumah sendiri, bukan menjadi orang asing”, sambung Eka.

Sementara pada kesempatan yang sama, Senior Development Officer Global Affair Kanada Mr. Jefry Ong, mengatakan bahwa kegiatan ini memang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kanada dengan Pemerintah Indonesia untuk pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan bermitra dengan Bappenas.

Dijelaskan juga bahwa RIF ini merupakan suatu komponen dari proyek ini. Dimana maksud dari kegiatan ini selain juga mendukung inovasi-inovasi kegiatan di tingkat lokal, juga digunakan untuk memfasilitasi koordinasi yang lebih baik ditingkat Pusat. Agar bisa mendukung kegiatan ekonomi di tingkat lokal.

“Memang kami disini juga belajar, agar kami bisa belajar tentang kearifan lokal yang ada disini (di Tabanan). Itu mejadi suatu modal besar bahwa semangat gotong-royong dan juga adanya hukum-hukum adat yang menjaga lingkungan sekitar. Saya rasa itu sudah modal yang sangat besar untuk membangun wilayah ini”, jelas Jefry Ong.

Dirinya menerangkan, yang bisa dilakukan oleh timnya adalah mendukung dan memfasilitasi pengembangan inovasi di Tabanan. Tentunya juga dengan dukungan seluruh stake holders yang ada di Tabanan ini, bagaimana bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian di wilayah ini”, jelasnya.

“Tentunya harapannya pengembangan ekonomi di wilayah (Nikosake) ini bisa memberikan dampak dan manfaat bagi pihak-pihak atau masyarakat yang masih tertinggal sebelumnya. Dan bisa membangun wilayah ini sendiri menjadi wilayah yang lebih mandiri”, Jefry menambahkan.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Sekkab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa beserta seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Perwakilan Ketua DPRD Tabanan Gusti Nyoman Omardhani, Direktur PD. Dharma Santika I Wayan Sugiharta, dan undangan terkait.

Kick Off dan Workshop Konsolidasi Internal Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisita di Kawasan Nikosake, proyek RIF dibuka secara langsung oleh Bupati Eka, ditandai dengan pemukulan Gong. Dan pada akhir acara diakhiri dengan makan bersama. @humastabanan.