Bupati Eka Sembahyang di Pura Luhur Muncak Sari

82

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, gelar persembahyangan bersama dengan seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Tabanan di Pura Luhur Muncak Sari, Sangketan, Penebel, Minggu, (18/8/2019) siang.

Persembahyang bersama di Pura yang terkenal dengan sebutan Pura Jodoh ini, tiada lain sebagai wujud syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), sekaligus sebagai bentuk terimakasih atas kelancaran yang telah diberikan dalam kegiatan Pemkab pada Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 74, Sabtu, (17/8/2019).

Selain sebagai wujud syukur, persembahyangan ini juga merupakan wujud cihna bhakti (pengabdian) seorang Kepala Daerah kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, guna meningkatkan nilai spiritual sebagai umat beragama. Dengan harapan selalu diberikan kelancaran dalam mewujudkan visi misi Pemerintah, yakni menuju Masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi ( Tabanan Serasi ).

Baca Juga:  Pria Depresi Resahkan Wisatawan Acungkan Sajam di Pantai Kuta

Karena Bupati Eka sangat meyakini bahwa kesuksesan seseorang, baik apapun itu posisi dan profesinya tidak pernah terlepas dari karunia, tuntunan dan kasih dari Tuhan. Baginya sangatlah penting melakukan persembahyangan bersama ini, guna mendapatkan karunia, tuntunan dan kasih-Nya. “Sehingga apapun yang kita lakukan, kita selalu eling kepada Beliau (Tuhan),” ucapnya.

Disamping itu, dengan selalu eling dan bersyukur dikatakannya akan selalu dipenuhi dengan pikiran yang positif, sehingga apapun masalah dan cobaan yang dihadapi bisa diatasi dengan pikiran yang positif. “Mari kita selalu eling kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga apa yang kita lakukan untuk kebaikan selalu diberikan jalan dan kemudahan,” jelasnya.

Baca Juga:  Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Kaki Dua Residivis Pencurian

Usai melakukan persembahyangan bersama, Bupati Eka menghaturkan punia yang diterima oleh pengempon Pura setempat. Nampak juga saat itu Bupati Eka menyapa Pemangku (sulinggih) setempat sebagai wujud hormat beliau, serta tidak lupa juga bercengkrama dan melakukan poto bersama dengan masyarakat yang saat itu juga melakukan persembahyangan. (rls)