Bupati Klungkung Minta Pelaku Sektor Pariwisata Perhatikan Strategi Marketing

47
Destinasi wisata di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali ((Antara News Bali/Dewa Sentana/2020))

KLUNGKUNG, MEDIAPELANGI.com – Bupati Klungkung, Bali, I Nyoman Suwirta, meminta pelaku sektor pariwisata, untuk memperhatikan strategi marketing/pemasaran, khususnya strategi pemasaran wisata pada tatanan kehidupan era baru saat pandemi COVID-19.

“Untuk menarik wisatawan, dibutuhkan trik-trik marketing dalam melakukan promosi objek wisata. Strategi marketing itu penting, agar sektor pariwisata semakin maju dan berkembang,” katanya dalam keterangan tertulis Humas Pemkab setempat yang diterima diterima, Kamis.

Saat memberikan pengarahan kepada peserta Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata, di Klungkung, Bali (12/8), Bupati mengapresiasi pelatihan yang menghadirkan narasumber dari Institute Pariwisata Bali Internasional, dosen Fakultas Pariwisata, DPD HPI Bali, DPD PHRI Bali dan DPD ASITA Bali tersebut.

Baca Juga:  Kadinkes Konfirmasi Sekda Saefullah Meninggal Akibat Kerusakan Paru Efek COVID-19

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menggalang kesadaran dan meningkatkan komitmen dari unsur penyelenggara pemerintah, dalam mewujudkan pembangunan, terutama di sektor pariwisata. Jadikan kegiatan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan komitmen dalam membangun sektor pariwisata,” katanya.

Dalam menghadapi situasi pendemi COVID-19 saat ini sangat diperlukan penerapan protokol kesehatan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Mari ikuti bersama kegiatan pelatihan ini dengan penuh semangat yang tinggi, untuk merancang destinasi pariwisata. Upaya ini dilakukan agar pariwisata di Kabupaten Klungkung bisa semakin maju dan berkembang,” katanya.

Baca Juga:  Produksi Garam Beryodium Klungkung Terus Berkembang

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Ida Bagus Ketut Mas Ananda mengatakan, tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini antara lain untuk memahami produk dan dasar kepariwisataan serta mengetahui dan memahami pelayanan prima kepariwisataan.

Ia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan dua hari di kelas dan satu hari studi visit di lokasi. Adapun jumlah pesertanya sebanyak 45 orang dari kepala desa, desa wisata dan Pokdarwis.(ant)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here