Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah, Disdik Tabanan Bentuk Tim Verifikasi Protokol Kesehatan

9
Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Seluruh sekolah di Tabanan menerapkan sistem silang dalam hal pengecekan protokol kesehatan di masing-masing sekolah. Sistem silang tersebut artinya satu sekolah memeriksa kesiapan protokol kesehatan (Prokes) di sekolah lain.

Instruksi penyediaan sarana protokol kesehatan ini guna mengantisipasi sekolah menjadi klaster dan adaptasi  kebiasaan baru  di era new normal menuju Tabanan Aman dan Produktif.

Dalam penerapannya, Dinas Pendidikan Tabanan sudah menginstruksikan agar setiap sekolah membetuk tim verifikasi pengecekan protokol kesehatan di sekolah.

“Kami instruksikan sekolah menyiapkan tim untuk melakukan verifikasi Prokes di sekolah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra, saat dikonfirmasi Kamis (6/8/2020).

Baca Juga:  Update Covid-19, Hari Ini 64 Pasien Sembuh dan 135 Pasien Baru Terkonfirmasi Positif

Putra menjelaskan, untuk penerapannya tim verifikasi sekolah tidak mengecek Prokes di sekolah masing-masing. Melanikan, menerapkan sistem pengecekan secara silang. Artinya, sekolah A akan mengecek sekolah B, C atau D, begitupun sebaliknya. Misalnya, tim verifikasi SMPN 1 Tabanan mengecek protokol Kesehatan di SMPN 2 Tabanan. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara obyektif sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Pengecekan dilakukan secara silang agar obyektif dan transparan,” katanya.

Dalam pengecekannya, kata Mantan Kabag Umum Setwan Tabanan ini, ada 14 (empat belas) item pengecekan Prokes yang wajib ada di sekolah. Seperti ketersediaan tempat cuci tangan yang memadai sesuai dengan jumlah siswa yang ada. Dari hasil pengecekan ini diharapkan ada evaluasi, kalau memang ada sekolah yang belum lengkap untuk segera  melangkapi.

Baca Juga:  Dua Paslon Pilkada Tabanan 2020 Lolos Tes Kesehatan

“Pengecekan ini bukan mencari kesalahan tetapi bahan evaluasi untuk bisa diperbaiki,” imbuhnya.

“Kegiatan pengecekan ini, juga sebagai antisipasi jika nantinya proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem tatap muka. Begitu sistem tatap muka diberlakukan, sekolah sudah siap dengan sarana-prasarana termasuk SOP protokol kesehatan. Sehingga, sekolah aman dari penyebaran Covid-19 dan tidak menjadi klaster baru,” tegasnya.(*mp)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here