Cegah Penyebaran Virus ASF, Kandang Babi Warga Manistutu Disemprot Disinfektan

200
Cegah Penyebaran Virus ASF, Kandang Babi Warga Manistutu Disemprot Disinfektan

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Menyikapi adanya bantuan empat bibit babi yang mati mendadak di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali beberapa hari belakangan yang diduga akibat wabah African Swine Fever (ASF).

Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Kamis (12/12/2019) ini langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Dari hasil pengecekan dipastikan matinya bibit babi bantuan dari APBdes ini bukan karena terserang virus ASF.

Kepala Desa Manistutu, I Komang Budiana beserta staf dan petugas dari Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana serta Babinsa setempat melakukan penyemprotan disinfektan dan penyuntikan obat berupa vitamin kepada 136 bibit babi bantuan dari APBdes sisa dari empat ekor yang telah mati sebelumnya.

Baca Juga:  Diduga Sopir Mabuk Avansa Tabrak Pemotor Bawa Bensin, Mayun Alami Luka Bakar

Matinya 4 ekor bibit babi dari 140 ekor bantuan bibit babi kepada masyarakat desa Manistutu ini sempat meresahkan masyarakat lantaran matinya babi-babi ini terjadi ditengah merebaknya virus ASF yang kini mulai memasuki Indonesia.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I GN Rai Mulyawan mengaku dari laporan gejala dan kematian empat ekor bibit babi bantuan dari pemerintah desa manistutu kepada warganya ini dipastikan bukan karena virus African Swine Fever (ASF)

Bibit babi yang mati mendadak di desa ini sesuai hasil penyelidikan diduga mati karena kondisi kandang yang tidak sesuai, pakan yang kurang baik, kepanasan serta kekurangan air.

Baca Juga:  Ruangan Lab BK Kampus Undiksha Terbakar

Guna mencegah keresahan warga akan virus ASF kian meluas di Desa Manistutu, Pemerintah Desa bersama Dinas terkait akan segera mengumpulkan para penerima bantuan bibit babi termasuk peternak babi yang ada di desa ini untuk diberikan pemahaman tentang virus ASF dan tata cara pencegahan serta bagaimana memelihara babi yang baik dan benar.

Bahkan dinas terkait juga meminta masyarakat penerima bantuan bibit babi termasuk peternak babi di desa ini agar selalu berkoordinasi dengan aparat desa dan dinas terkait termasuk kepada dokter hewan yang ada jika menemukan gejala mencurigakan pada babi peliharaannya. (mp/ka-ak)