Dampak Erupsi Gunung Agung Pengaruhi Kunjungan Dan Pemasaran Produk Bangli

123

Bangli,Mediapelangi.com – Erupsi Gunung Agung (GA) membawa banyak persoalan, dan bukan saja bagi warga dekat kawah (KRB III). Tetapi pengaruhnya juga sampai ke Bangli. Akibat erupsi pemasaran produk Bangli mengalami kesulitan, seiring  tingkat kunjungan wisatawan domistik maupun mancanegara yang menurun.Penurunan pemasaran barang kerajinan mencapai sekitar 10 persen sedangkan kunjungan sampai 30 persen.

Seperti yang disampaikan wakil pengelola Desa Wisata Penglipuran I Nengah Lancar menyampaikan target kunjungan Rp 3,8 milyar namun sampai akhir bulan Nopember baru mencapai Rp 3,3 milyar lebih atau sekitar 87 %.Jika dalam keadaan normal bisa melebihi target karena ada empat paket kegiatan rombongan dari luar Bali yang membatalkan kegiatannya”ujarnya.

Sementara itu salah satu kerajinan yang mengalami kelesuan pemasaran,yakni kerajinan akar bambu.Pengerajin akar bambu,I Kadek Sudanco saat dikonfirmasi, Senin (4/12/2017), mengakui erupsi Gunung Agung berimbas pada pemasaran kerajinan di Bangli. Dia mencontohkan pemasaran kerajinan akar bambu hasil karyanya kini mengalami penurunan hingga mencapai 10 persen. Dia menyebutkan, merosotnya pemasaran ini akibat kunjungan wisatawan ke Bali turun drastis pasca meningkatnya aktivitas Gunung Agung.”Saat ini memang dampaknya tidak begitu besar, namun kita was-was kalau situasinya memburuk,”ujarnya

Dia  mengaku masih beruntung, karena mempunyai langganan tetap dari luar negeri. Jadi meski ada gangguan akibat bencana alam erupsi Gunung Agung, langganannya masih memesan kerajinan. Makanya, sejauh ini pemasaran kerajinan hasil karyanya tidak jatuh ke titik nadir. “Kita berharap situasinya kembali cepat pulih,”harapnya.

Dipihak lain, Kadisperindag Kabupaten Bangli I Nengah Sudibia juga mengakui terjadinya penurunan pemasaran kerajinan sejak beberapa pekan ini. Dia menduga turunya pemasaran kerajinan ini sebagai akibat menurunnya kunjungan wisatawan ke Bali akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung. “Untuk pemasaran kerajinan ke luar negeri memang terjadi penurunan. Namun belum begitu signifikan seperti jenis kerajinan yang pangsa pasarnya lokal,”jelasnya.

Sementara ini belum begitu berpengaruh. Ini bisa dilihat dari aktivitas  pengrajin  di sejumlah sentra kerajinan bambu masih tetap normal. “Kita telah melakukan pemantauan ke sejumlah sentra kerajinan, situasinya masih normal. Pengrajin masih bekerja seperti biasa terumana kerajinan pangsa lokal”pungkasnya.(*mp-nt-eka).