Depresi Tak Bisa Bekerja Karena Sakit, Petani Gantung Diri

52

Karangasem, mediapelangi.com – Seorang petani, I Wayan Ngarsa (45) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri dirumahnya Banjar Dinas Bunutan, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, Senin (2/10/2017) sekitar pukul 07.00.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh ibu korban, Ni Nyoman Sigek (60), dimna sebelumnya korban menguruh saksi dan istrinya untuk pergi menyabit ke kebun. Kemudian sekitar 07.00 sampi dirumah saksi yang melihat korban sudah tergantung menggunakan tali plastik yg terikat di iga-iga kamar korban. Kemudian saksi minta tolong kepada saksi I Wayan Surat dan saksi I Nyoman Arti untuk melihat korban dalam keadaan tergantung berusaha dan melakukan pertolongan dengan cara saksi I Nyoman Arti mengangkat tubuh korban sedangkan saksi I Wayan Surat melepaskan jeratan tali pada leher korban.

Setelah berhasil diturunkan, saksi berusaha membangunkan korban dengan cara menggoyang goyangkan  tubuh korban namun korban tidak bisa tertolong dan sudah meninggal dunia. Selanjutnya dengan kejadian tersebut keluarga korban menghubungi perbekel Bunutan dan diteruskan ke Bhabin Bunutan, kemudian Bhabin Bunutan melaporkan ke Polsek Abang.

Dan menurut keterangan keluarga korban, diketahui jika korban mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh dan sudah beberapa kali rawat inap di RSUD Karangasem. Bahkan korban sering mengeluh tidak bisa bekerja karena sakit yang di deritanya sehingga tidak bisa membayar hutang .

Kapolsek Abang, AKP Nyoman Sugita Yasa mengatakan bahwa Dan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar VER oleh dokter Ida Made Ananta dari Puskesmas Abang II ditemukan ada bekas jeratan pada leher korban, kemaluan korban mengeluarkan air mani,tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dan  pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” ujarnya.

Disamping itu, pihaknya juga menemukan HP milik korban yang setelah di buka ternyata ada konsep pesan pada konsep sms yang bertuliskan “De tra kapi aku mati de engko sesel soalne aku sakit uda nyidaang megae utang liu urus utang kune nak maan asuransi jiwa pang uda tuyuh panake mayah aku seteres ulian uda nyidaang megae” yang artinya “De Tra kalau aku mati kamu jangan menyesal saya sakit sudah tidak bisa kerja hutang banyak urus hutang saya karena dapat asuransi jiwa agar tidak repot anak saya bayar saya setres karena tidak bisa kerja “. (mp/ay)