Detail Engineering Design, Danau Buyan Rampung, Bupati PAS Minta Tamblingan Tuntas Akhir Tahun

91
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana

BULELENG, MEDIAPELANGI.com – Detail Engineering Design (DED) Danau Buyan yang terletak di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada sudah rampung. Selanjutnya akan diadakan rapat kembali, agar DED tamblingan dapat terselesaikan tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST saat memimpin rapat  bersama Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp. OG dan Asisten II Setda Buleleng serta Perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali dan sejumlah pimpinan SKPD dan perangkat desa terkait yang  berlangsung di Lobi Kantor Bupati Buleleng, Kamis (30/7/2020).

Bupati Putu Agus Suradnyna (PAS) mengatakan bahwa tahun 2021 mendatang akan disiapkan anggaran penataan tersebut. “Kami coba carikan sumber anggarannya, bisa dari PAD sendiri, bisa dari pusat, ataupun juga pemerintah provinsi daerah. Ini adalah upaya untuk menambah obyek wisata di daerah atas,” ungkapnya.

Lanjut PAS, bicara kualitas pemberdayaan, tentu ada ruang  bagi masyarakat di pancasari untuk bisa menikmati implikasi dari keberadaan danau tersebut. Pemerintah sendiri sudah memiliki masterplannya, konservasi akan memberi dampak pada pengembangan danau buyan untuk pemberdayaan masyarakat salah satunya yakni dengan langkah tidak memperpanjang HGB di Buyan, dan status tanahnya sudah masuk ke tanah negara bebas.

Baca Juga:  Update Covid-19 Bali: Bertambah 63 Pasien Positif, Sembuh 92 Orang

“Kami sedang ajukan untuk HPL. masyarakat pancasari tidak usah khawatir kalau itu jadi HPL. Pemerintah siap akan memelihara, tentu secara jangka panjang atau sustainable harus dilakukan penataan. Seperti penambahan toilet, menjaga kebersihan lingkungan, dan membuat sebuah atraksi di sana agar lebih menarik,” tuturnya.

Selain itu, tentu harus ada badan pengelola danau. BUMDes boleh menjadi pemgelolanya, tinggal mengajukan proposal model pengelolaannya. Pemkab saat ini sedang menjalankan DED penataan danau buyan dan konsepnya juga sudah disampaikan.

“Saya harapkan PU segera koordinasi dengan KSDA, kalau mau dijadikan tempat camping, harus dibuat model yang sudah tertata. Jangan dibuat murah, sehingga semerawut dan penataannya susah. Penataannya dulu, setelah tertata disana, maka dapat difungsikan menjadi jalur bersepeda dan juga jadi kawasan penyangga,” sambung Bupati Dua Periode tersebut.

Baca Juga:  Wabup Sanjaya Hadiri Persembahyangan di Pura Desa Payangan, Marga

Selanjutnya, rapat ini juga dalam rangka menyamakan cara pandang yang sama dan dasarnya adalah kewenangan antara pejabat struktural dari kementerian yang hierarkinya vertikal ke daerah, sehingga semua jadi one gate atau satu pintu. “Pemda akan menjembatani, pusat akan memberikan penyesuaian regulasi untuk bersama-sama ada produk hukum yang bisa digunakan untuk menjaga lingkungan, memberi pemberdayaan dan kenyamanan pada masyarakat,” jelas PAS.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Balai KSDA Bali, Sumarsono mengatakan bahwa apapun program dari Pemkab Buleleng Akan mendapat dukungan penuh dari KSDA. Jika masih ditemui hambatan akan dicarikan jalan keluarnya, kalau masih melanggar aturan akan diarahkan  menyesuaikan dengan aturan.

“Prinsipnya semua program dari Pak Bupati kita dukung dan kita sinkronkan dengan program di pusat,” singkatnya. (*m/stu)

 

 

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here