Dewan Tabanan Desak Eksekutif Genjot Potensi PAD

135
Rapat Kerja Badan Anggaran DPRD Tabanan dengan OPD penghasil eksekutif, di Kantor DPRD Tabanan, Kamis (31/10/2019)

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kalangan DPRD Tabanan masih sangsi dengan potensi pendapatan asli daerah (PAD) selama ini. Karena itu, wakil rakyat itu mendesak kepada eksekutif untuk menggenjot perolehan PAD.

Dewan menilai banyak potensi yang belum tergarap  dan eksekutif belum bekerja maksimal sehingga PAD masih kecil. Kini dalam pembahasan APBD induk 2020 dewan Tabanan menggebrak eksekutif menggenjot PAD .

Tak tanggung-tanggung dewan menargetkan  PAD sebesar Rp 450 miliar lebih. Sementara eksekutif  hanya memasang angka Rp 388 – 420 milyar lebih.

Dalam rapat kerja, Kamis (31/10/2019) Badan Anggaran DPRD Tabanan dengan OPD penghasil eksekutif yang dipimpin Sekda I Gede Susila, ketua dewan yang juga Ketua Banggar  I Made Dirga langsung menyampaikan kalau Banggar telah menggelar rapat internal membahas target penerimaan daerah khususnya dari PAD.

Dewan menilai target yang dipasang eksekutif terlalu kecil. Sementara potensi sangat besar namun belum tergarap maksimal.

Di antara potensi semua itu harus ditangkap dengan serius dan maksimal. Selain itu, beberapa objek seperti retribusi daerah juga bisa lebih dioptimalkan lagi. Seperti pajak hotel dan restoran (PHR), pajak dan retribusi parkir, PBB P2 dan BPHTB, retribusi pasar dan sampah serta potensi pendapatan lainnya dari (DTW).

Baca Juga:  Bea Cukai Denpasar Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Selain itu banyak potensi yang ada perlu ditata ulang seperti aset Pemkab seperti DTW Bedugul yang mangkrak, lokasi pasar depan pura Dalem Tabanan,  pengelolaan pasar dan terminal Tuakilang.

Selian juga ada rumah potong hewan, DTW Yeh Panes, Kebun Kopi Pupuan, Parkir Danau Beratan Bedugul dan penataan Parkir Pantai Soka serta Jogger Luwus . “Itu potensi yang belum tergarap yang seharusnya dioptimalkan, apalagi kini semuanya serba online seharusnya bisa meningkat. Kalau persolannya regulasi kita buat,” tandas Dirga

Dirga mengaku memberi tenggang waktu sampai 8 Nopember  bagi eskseutif untuk mebahas  hal tersebut dan pihaknya tidak mau kompromi lagi. Dengan target PAD tersebut harus dapat direalisasikan di tahun 2020.

Pihaknya juga menekankan agar setiap tahun terus meningkat. “Kami menunggu jawaban eksekutif  sampai 8 Nopember mendatang,” tandas Dirga.

Baca Juga:  Dampak Kekeringan Masih Terjadi, Polisi di Jembrana Salurkan Air Bersih Pakai Mobil Water Cannon

Sementara itu sebelumnya Sekda Gede Susila memberi penjelasan bahwa target yang ditetapkan dalam APBD induk 2020 sebesar Rp 388 – 420 milyar lebih. Jumlah ini turun bila di bandingkan dengan target di tahun 2019 sebsar R 390,046 milyar lebih .

Sekda Susila mengatakan, pihaknya telah berusaha mencari dan menggali potensi PAD dan kemungkian bisa ditingkatkan pada angka Rp11-18 milyar lebih. “Kami telah berusaha menggali potensi lain sehingga menemukan angka itu (Rp 11,18 milyar),” kata Sekda Susila sembari memberi berbagai alasan yang mendasari target tersebut.

Dirga kemudian menyatakan bahwa pihaknya menargetkan PAD di tahun 2020 sebesar Rp 450 milyar lebih. “Dari hasil pembahasan kami melihat potensi yang ada, kami minta  PAD bisa diangka Rp 450 milyar lebih. “Mari kita bahas dan kami tidak memberi batas waktu kalau dan tidak harus selesai sekarang,” pungkas Dirga.(mp)