Di Ombudsman, Rai Mantra Paparkan Layanan Pengaduan Online Pro Bal

42
foto - ist - Pasangan Calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra- Kerta) memenuhi undangan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Bali pada Kamis (17/5/2018).

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Pasangan Calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra- Kerta) memenuhi undangan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Bali pada Kamis (17/5/2018). Kehadiran Mantra- Kerta untuk memaparkan visi Nawacandra khususnya di bidang pelayanan publik. Ada sejumlah terobosan yang disiapkan Mantra- Kerta. Baik di bidang pendidikan, kesehatan sampai layanan pengaduan warga.

Khusus pengaduan warga, Mantra-Kerta memperkenalkan Pengaduan Rakyat Online dikenal dengan Pro Bali. Menurut Rai Mantra, Pro Bali merupakan pengembangan layanan pengaduan Pro Denpasar yang sudah terbukti sukses sebagai alat kontrol publik atas kinerja pelayanan pemerintah. “Pro Bali adalah pengembangan pengaduan online secara langsung, ini adalah bagian dari program smart city,” kata Rai Mantra.

Menurutnya dengan Pro Bali nantinya rakyat dapat melakukan pengaduan secara langsung. Bermodalkan smartphone rakyat bisa merekam seluruh kondisi di sekitar tempat tinggal warga. Mulai dari urusan perizinan, pengelolaan sampah, fasilitas publik, layanan kesehatan. Bahkan jika ada aparatur pemerintah yang bekerja tidak profesional dapat diadukan secara langsung.

‘Semua ada dalam genggaman, ada pengaduan langsung disampaikan dan akan langsung ditanggapi,” kata Rai Mantra. Seperti halnya Pro Denpasar, Oro Bali ini akan terakses langsung ke instansi terkait. Mulai dari tingkat dusun sampai kepala daerah. Sehingga jika ada pengaduan langsung diketahui oleh semua lapisan pemerintah. Termasuk jika ada instansi yang tidak menyelesaikan pengaduan warga.

Melalui pengaduan, kontrol masyarakat akan berjalan dan pemerintah dapat mengetahui secara langsung apa yang menjadi keluhan warga. Pro Bali ini nantinya akan disinergikan dengan pemerintah kabupten/kota. Sehingga bila ada keluhan yang berkaian dengan pelayanan pemerintah kabupten/kota, dapat diteruskan ke pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

“Pengaduan secara online memungkinkan adanya tata kelola yang lebih transparan demi leyanan yang bermutu,” kata Rai Mantra. Sementara itu untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan, Mantra-Kerta menawarkan pelayanan paripurna. Di bidang kesehatan mengoptimalkan pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang merupakan program yang digagas pemerintah pusat yang bersinergi dengan pemerintah daerah.

Di bidang pendidikan Mantra-Kerta juga menawarkan layanan pendidikan paripurna. Konsep ini mengedepankan komitmen pemerintah untuk memastikan warga dapat mengakses sektor pendidikan dengan fasilitas memadai dan biaya terjangkau. Menurutnya bicara pendidikan paripurna tidak semata-mata soal biaya. Tapi mesti dipahami secara holistik.

Baik sumber daya manusia pengajar, fasilitas penunjang, iklim beajar yang sehat, termasuk persoalan biaya itu sendiri. “Jadi kalau bicara pendidikan itu harus holistik, tidak bisa hanya bicara pendidikan gratis. Tapi bagaimana warga dapat mengakses pendidikan bermutu agar tercapai pendidikan minimal 12 tahun,” kata Rai Mantra.(nwm)