Didukung Pemuda Besakih, Koster: Mereka Benteng Pertahanan Budaya Bali

51
foto - ist - Wayan Koster saat menggelar simakrama di Banjar Adat Kedungdung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Sabtu malam, (12/5/2018).

KARANGASEM, MEDIAPELANGI.com – Ratusan pemuda Besakih menyatakan kebulatan tekad mendukung, memenangkan dan memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) pada Pilkada serentak 27 Juni 2018. Pemuda yang tergabung dalam Besakih Bersatu menyatakan satu jalur di hadapan Wayan Koster saat menggelar simakrama di Banjar Adat Kedungdung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Sabtu malam, (12/5/2018).

Mendapat dukungan luas dari warga Desa Besakih yang mayoritas anak muda, Wayan Koster mengucapkan terima kasih tak terhingga. Baginya, anak-anak muda inilah sebagai generasi pewaris masa depan Bali. “Terima kasih kepada Pemuda Besakih Bersatu yang telah meluangkan waktu dan hadir pada simakrama ini. Pemuda-lah yang nantinya akan menatap masa depan Bali,” kata Koster.

Sebagai pewaris masa depan, Koster berkomitmen mempersiapkan generasi muda Bali yang unggul untuk mengarahkan, menwta dan mengawal pembangunan Bali nantinya. “Pemuda ini yang akan melanjutkan perjuangan pembangunan Bali. Maka, harus disiapkan dengan baik generasinya. Salah satunya melalui pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap pemuda yang akan menjadi benteng adat istiadat, agama, tradisi, seni dan budaya Bali sebagai landasan membangun perekonomian masyarakat Bali berbasis pertanian, budaya, teknologi informasi dan ekonomi kreatif serta lain sebagainya. “Saya kira inilah yang merupakan wahana anak muda kreatif yang saat ini disebut generasi milenial. Harus ada keberpihakan dan prioritas yang menjadi kebijakan pemimpin Bali ke depan,” ujarnya.

“Ke depan, pendidikan yang baik bagi generasi muda ini harus disiapkan. Itulah mengapa saya memprogramkan pendidikan dasar menengah dan wajib belajar 12 tahun gratis. Secara khusus di Karangasem juga akan dibangun sekolah SMA/SMK yang sama seperti SMA Bali Mandara di Kubutambahan, Buleleng. Ada asramanya, makan, buku dan lainnya ditangung pemerintah. Gratis dia. Kita bangun di Tulamben di atas lahan Pemprov Bali nantinya,” ujarnya.

Di sisi lain, di atas lahan itu juga Koster berkomitmen membangun pendidikan tingkat lanjut yang juga gratis untuk siswa berprestasi. Disiplin ilmunya disiapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bali. “Kita ingin mempersiapkan anak-anak muda kita yang tangguh, berkarakter dan berintegritas moral serta memiliki profesionalitas agar memiliki daya saing tinggi,” harap Koster.(mp)