Dukung Ekonomi Pariwisata HIPMI Sosialisasikan Ubud Fashion Week

26

Gianyar,mediapelangi.com-Guna memajukan ekonomi dan pariwisata di Bali HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bali, menggelar sosialisasi Ubud Fashion Week,dimana acara tersebut akan dilaksanakan di tahun 2018 yang bertaraf internasional.

Chairman Ubud dan Beyond Tjok Gde Bayuputra Sukawati mengatakan, Ubud Fashioon Week dibuat berdasarkan perkembangan fashion sekarang, yang merupakan sebuah pergerakan seni dan cukup popular dibeberapa dunia seperti, Newyork, Hongkong, London, Paris. Dimana perkembangan fashion di negara tersebut sudah tidak diragukan lagi, sehingga pihaknya berharap Ubud Fashion Week bisa diterima dikalangan internasional, sebab Ubud Fashion Week tidak hanya bergerak pada fashion saja tetapi juga menonjolkan lifestyle.

“ Ubud sendiri sudah mempunyai brand yang namanya sudah mendunia, jadi kita berkeyakinan kenapa kita tidak garap dari sekarang, kami yakin Ubud Fashion bisa menembus pasar international seperti layaknya London Fashion Weeek, sebab kita berbicara fashion kan tidak pakian saja sebenarnya tetapi pada life style,” ungkapnya Tjok Gde seusai acara sosialisasi Ubud Fashion Week Sabtu (25/11).

Pihaknya mengakui lifestyle di Ubud sangat unik dan landasan budayanya juga sangat keras dalam berpakian seperti halnya  memakai wastra, pasalnya wastra tersebut tidak lazim digunakan di luar negeri. Sehingga pihaknya melihat keunikan tersebut bisa menjadi potensi yang besar untuk

“ Lifestyle di Ubud kan unik landasan budaya kita juga keras sekali dalam berpakian, seperti orang memakai Wastra kalau orang luar melihat tidak lazim tetapi bagi kita pakian tersebut sudah biasa digunakan, disatu sisi ini menjadi sebuah potensi besar untuk kita melakukan publish secara international siapa tau kita berharap Ubud Fashion Week bisa diterima di dunia international,” ucapnya Tjok Gde.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua BPC HIPMI Gianyar I Wayan Gede Ari mengatakan, Ubud Fashion Week dibilang masih menjadi embrio, pihaknya berharap kepada para pelaku ekonomi kreatif di bidang fashion, untuk bisa mendukung acara Ubud Fashion Week pada 2018 mendatang.

“ Kenapa kami mengundang semua pelaku disini, tidak hanya mengundang harapan kami juga mengajak untuk mengikuti semua event yang kami bentuk, kita juga menginkan bagi yang ingin terlibat atau berkerjasama untuk bisa memberikan masukan asalkan positif kita akan menerimanya pada pintu terbuka,” ungkapnya.

Ubud Fashion Week sendiri mengambil tema Nature, Culture dan Future, dimana kita mengharapkan agar sipapaun ikut terlibat baik itu budaya nusantara maupun budaya asing. Sehingga pihakya dalam menggelar acara Ubud Fashion Week bisa diterima dari berbagai kalangan

“ Kita mempunyai tema Nature dan culture naturenya sendiri merupakan indentitas sedangkan culture tidak hanya di Bali atau di Ubud saja tapi international Culture juga bisa masuk kesini , sehingga adanya perkembangan dan perubahan kedepannya nanti,” imbuhnya Ari.

Guna meramaikan acara tersebut pihaknya juga melibatkan para masyarakat sekitar Ubud, serta para intansi ekonomi dan pariwisata seperti KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), serta akan banyak lagi yang akan kami libatkan.”pungkasnya(*mp)