Dukung KBS- ACE, Ida Tjokorda Pemecutan XI Hadiri Deklarasi

435
foto-Ida Tjokorda Pemecutan XI saat Deklarasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-ACE)

BADUNG, MEDIAPELANGI.com-Kehadiran sesepuh Golkar Bali, Ida Tjokorda Pemecutan XI saat Deklarasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-ACE) di Kabupaten Badung yang diusung PDIP, pada Minggu (28/1/2018) mengejutkan berbagai pihak.

Menurut Tjokorda Pemecutan yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Bali ini, kehadiran dirinya dalam deklarasi tersebut karena mendapat undangan dari KBS-ACE. Dilanjutkannya, undangan itu baginya adalah bentuk kehormatan dari pasangan calon yang diusung partai Banteng Moncong Putih terhadap keluarga besar Puri Pemecutan. “Bagi saya, siapa saja yang ngundang pasti saya hadir. Selain itu juga kehormatan, juga doa bagi yang mengundang saya,” ungkapnya

Saat disinggung apakah kehadirannya juga sebagai bentuk dukungan terhadap KBS-ACE ? Pihaknya pun kemudian baru berani menegaskan bahwa kehadiran pihaknya adalah sebagai bentuk dukungan terhadap KBS-ACE. “Kalau saya hadir kan mendukung artinya. Kalau tidak mendukung kan tidak hadir,” tegasnya.

Namun ia menegaskan bahwa kehadiran dirinya bukan sebagai tokoh Partai Golkar Bali, melainkan sebagai tokoh yang mendukung calon pemimpin yang terbaik untuk Bali ke depan. “KBS-ACE sangat bagus (sebagai pemimpin Bali ke depan) dan solid,” sebutnya.

Kemudian ketika didesak bukankah sebagai sesepuh Golkar Bali seharusnya mendukung pasangan calon Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) ? Mantan Ketua DPD Golkar Bali ini pun akhirnya bersedia berbicara blak-blakan, sebagai tokoh senior Golkar Bali, dirinya merasa sangat kecewa terhadap keputusan Sudikerta yang merupakan Ketua DPD Golkar Bali karena bersedia hanya diposisikan sebagai calon gubernur.

“Sudikerta sebagai Bali Satu, kemudian mundur (jadi calon wakil gubernur alias Bali Dua). Dulu menggebu-gebu Sudikerta Bali Satu (SGB) tapi terus enggak jelas jutrunganya. Terus terang saya merasa ditelikung itu,” bebernya.

Sebelumnya pada akhir November hingga Desember 2017 lalu, Tjokorda Pemecutan pernah beberapa kali melalui komunikasi pribadi dan media massa mengingatkan Sudikerta yang telah menerima surat rekomendasi calon gubernur Bali dari DPP Partai Golkar agar jangan bersedia hanya diposisikan sebagai calon wakil gubernur pendamping Rai Mantra.

Bahkan ketika itu pihaknya mengancam akan mengalihkan dukungannya untuk calon lain. Ancaman itu ternyata terbukti, setelah Sudikerta bersedia hanya diposisikan sebagai  calon wakil gubernur, Tjok Pemecutan mengalihkan dukungannya kepada KBS-ACE yang diusung oleh PDIP. (rls)