Ferari Bali Gelar Ujian Advokat Gandeng Universitas Ngurah Rai

421
Universitas Ngurah Rai. (ist)

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) Provinsi Bali menggelar kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 27-30 Juni 2019 ini digelar bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai.

Sekjen DPP Ferari Pusat Kores Tambunan, SH, MH, mengatakan, pendidikan yang diselenggarakan di Kampus Universitas Ngurah Rai ini adalah bagian untuk mempersiapkan profesi itu sendiri sebelum para calon pengacara terjun dalam rangka memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sehingga kami dari DPP Ferari sangat mengapresiasi kepada pihak Universitas Ngurah Rai,” terang Kores Tambunan, Kamis (27/6/2019) di Universitas Ngurah Rai, Denpasar.

Tambunan menyatakan, meski baru dua tahun berdiri atau pada tahun 2017, DPD Ferari yang tersebar di 27 Provinsi di Indonesia telah banyak berkegiatan. Bahkan di tingkat DPP Pusat, Ferari telah bekerjasama dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional.

Baca Juga:  Nekat Bawa Sabu 3 Kg ke Bali, WN Hongkong Terancam Hukuman Mati

“Kita juga bekerjasama dan beberapa kali diundang untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) tentang Pilkada, Pileg dan Pilpres di Mahkamah Konstitusi. Sehingga kalau boleh bangga, eksitensi organisasi kita setara dengan organisasi-organisasi yang lain,” kata Tambunan.

Ketua DPD Ferari Provinsi Bali I Made Ardana, SH, CIL, CPL menerangkan, kegiatan PKPA dan UPA angkatan kedua ini diikuti 35 orang peserta. PKPA berlangsung tiga hari dan ujian advokat berlangsung sehari.

Pemilik Kantor Advokat Ade Ardana dan Rekan ini menambahkan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan syarat untuk dapat menjadi seorang pengacara selain lulus sarjana hukum juga diharuskan memiliki sertifikat pendidikan profesi advokat serta sertifikat ujian advokat.

Baca Juga:  Elemen Kebangsaan: Tolak Kepulangan Eks Kombatan ISIS

Terkait materi, Ardana yang juga Ketua Asosiasi Pengacara Pengadaan Barang ini mengungkapkan jika materi yang diberikan tidak jauh berbeda dengan organisasi advokat lainnya yaitu tentang hukum perdata, hukum pidana, hukum agama, hukum mahkamah konstitusi dan materi lain.

“Kita ingin calon-calon advokat ini kredibel, yang mampu dan pada saat bersidang di pengadilan nanti tidak kalah dengan organisasi-organisasi lain. Peserta yang dinyatakan lulus ujian dan sudah memegang surat magang rencananya akan disumpah dan dilantik sebulan pasca PKPA dan UPA,” terang Ketua Relawan Jokowi Centre Bali ini.(aw)