Gelar Rakerda, PHRI Bali Sikapi Dampak Wabah Virus Corona Bagi Kepariwisataan Bali

260
Rakerda ke-V dengan melibatkan peserta dari seluruh perwakilan BPC. PHRI Kabupaten/Kota se-Bali, bertempat di Sekretariat PHRI Bali di Denpasar Sabtu (1/2/2020).

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Menjelang Rakernas PHRI di Karawang Jabar yang digelar Tanggal 10 Pebruari 2020 mendatang, BPD. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menggelar Rakerda ke-V dengan melibatkan peserta dari seluruh perwakilan BPC. PHRI Kabupaten/Kota se-Bali, bertempat di Sekretariat PHRI  Bali di Denpasar Sabtu (1/2/2020).

Rakerda mengangkat Tema :”Melalui Rapat Kerja Daerah Ke V Tahun 2020 BPD PHRI Provinsi Bali Bersinergi Mewujudkan Pariwisata yang Berkualitas”. Rakerda dibuka Langsung oleh Ketua DPD. PHRI Bali Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si. (Co Ace) yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali.

Dalam laporannya Cok Ace menyampaikan beberap hal yang cukup krusial dan perlu menjadi perhatian seluruh anggota PHRI Bali antara lain: kebijakan pajak yang membebani anggota, antisipasi Virus Corona yang telah berdampak langsung terjadinya penurunan jumlah kunjungan wisatawan Cina ke Bali. Menurut Cok Ace dalam hal pelayanan hotel jangan sampai ada kesan hotel-hotel di Bali “mengusir” tamu Cina karena takut dengan wabah virus Corona.

Baca Juga:  Beraksi di 44 TKP, Residivis Curat Ini Kembali Ditangkap

“Pemerintah Provinsi Bali bersama Dinas Kesehatan saat ini sudah melakukan antisipasi dengan menaruh Petugas dan alat yang cukup canggih di bandara, jadi dalam masalah wabah virus corona ini semua komponen pariwisata di Bali wajib mengikuti arahan dari pemerintah, jangan mengambil kebijakan sendiri-sendiri,”tegas Cok Ace.

Selain itu Co Ace juga mengajak PHRI untuk melakukan kajian pengembangan  system On Line terkait iuran alam, budaya dan lingkungan Bali. Dalam hal ikut mempertahankan taksu Bali Cok Ace mengimbau seluruh anggota PHRI se-Bali ikut mendukung program pemerintah Provinsi Bali terutama dalam implementasi Peraturan Gubernur Bali yaitu;  Peraturan Gubernur Bali No. 99/2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Lokal, Peraturan Gubernur No. 97/2018 tentang  Pembatasan Timbulan Sampah Pelastik dan Peraturan Gubernur Bali No. 80/2018 Penggunaan bahasa, aksara dan bahsa Bali.

Baca Juga:  Hadiri Festival Budaya Adiluhung Nusantara, Wagub Cok Ace: Budaya Sebagai Bagian dari Ilmu Pengetahuan

“Saya himbau seluruh Hotel di Bali mulai menggunakan Aksara Bali, minimal nama hotel menggunakan Aksara Bali dengan warna latar bebas”, pungkas Cok Ace.

Rakerda kali ini masing-masing BPC. PHRI Kabupaten/Kota juga menyampaikan Laporan Kerja Tahunan secara Tertulis kepada PHRI Bali untuk nantinya dijadikan bahan dalam Rakernas.

Terakhir dalam sesi diskusi  yang dipandu oleh Prof Dasi Astawa sejumlah BPC. PHRI Kabupaten Kota juga menyampaikan beberapa masalah antara lain menyangkut Beban Pungutan Pajak Daerah dan antisipasi dampak isu wabah virus Corona yang telah berdampak nyata terhadap menurunnya wisatwan Cina Ke Bali. Ketua BPC. PHRI Bangli dalam laporannya menyebutkan, semenjak merebaknya isu Virus Corona telah terjadi penurunan Kunjungan Wisatwan Cina ke Bangli, sebelumnya rata-rata 800 orang per bulan, kini hanya 76 orang saja, ujarnya (mp/kr).