Gelar Tradisi Mepatung Narapidana di Rutan Negara

48

Jembrana,mediapelangi.com-Dihari penampahan Galungan tidak saja suka cita dirasakan oleh warga pada umumnya dengan berkumpul dengan kelompok,namun hal ini dirasakan juga oleh narapidana di Rutan  Kelas II B Jembrana yang juga masih melestarikan tradisi mepatung bersama warga lapas.

Hal tersebut tampak di hari Penampahan Galungan Selasa(30/10) narapidana yang menghuni rutan Negara ikut berbaur dengan petugas lapas dengan mepatung yakni tradisi yang dilaksanakan setiap penampahan Galungan.

Tradisi mepatung yakni tradisi potong babi dimana daging babi yang sudah dipotong-potong nantinya dibagikan kepada pegawai rutan dan narapidana lainnya.

Menurut Kepala Rutan Kelas IIB Negara,Purniawal, mengaku jika tradisi mepatung ini yang rutin dilaksanakan di rutan Negara saat hari penampahan Galungan,hari ini para narapidana memotong lima ekor babi yang diambil dari usaha peternakan para narapidana di rutan ini,”jelasnya.

Dijelaskan tradisi mepatung ini merupakan sudah kebiasaan tiap Galungan dilaksanakan,mepatung ini ada pemotongan babi dalam rangka hari raya Galungan.Babi ini adalah babi dari usaha bengkel anak binaan,babi ini sudah kita siapkan sebelumnya,dan dipelihara oleh warga binaan sendiri. Ini dari mereka untuk mereka, nantinya semua napi dimasakkan daging babi dan sisasnya diberikan kepada keluarga mereka,untuk penampahan kali ini informasinya kita potong lima ekor babi,”ujarnya.

Salah satu narapidana Agus Setiawan mengatakan walau berada di dalam Rutan namun dirinya mengaku seperti berada dirumah saat tradisi mepatung ini dilaksanakan,”katanya.

Daging babi yang ia potong ini nantinya selain untuk diolah menjadi berbagai macam menu untuk dikonsumsi bersama para napi lainnya yang beragama Hindu,juga dibagikan kepada puluhan pegawai di rutan Negara dan keluarga para napi terutama yang beragama Hindu.

Selain untuk melestarikan adat dan tradisi,kegiatan mepatung yang diselanggarakan Rutan Kelas II B Negara ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali silahturahmi antar sesama napi dan petugas dan pegawai  sehingga rasa kekeluargaan tetap terjalin dengan baik.(*mp-eka-ak).