Gelombang Tinggi Rusak Belasan Rumah Warga Pebuahan Banyubiru

338
Rumah rusak di hantam gelombang tinggi di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kabupaten Jembrana Bali, Selasa (7/01/2020) malam

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Gelombang tinggi yang terjadi di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kabupaten Jembrana Bali, Selasa (7/01/2020) malam menghancurkan belasan rumah warga.

Selain menghancurkan rumah warga, gelombang tinggi juga menghancurkan sebuah Mushola.

Tembok serta atap rumah hancur berantakan akibat dihantam gelombang tinggi.

Selain itu, gelombang tinggi yang terjadi juga menggerus pinggir pantai dan menyebabkan abrasi dipantai ini bertambah parah.

Baca Juga:  Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Gianyar, Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Belasan warga yang rumahnya porak poranda akibat dihantam gelombang laut mengaku mengungsi ke rumah kerabatnya. Salah satu warga Pebuahan Rafikin mengungkapkan pasca gelombang tinggi yang merusak bangunan rumahnya meminta kepada pemerintah agar bisa mengatasi abrasi sejak 2015 lalu,”ungkapnya, Rabu (8/01/2020).

Gelombang tinggi yang mengakibatkan abrasi dipantai ini sejatinya terjadi sejak lebih dari lima tahun lalu.

Baca Juga:  HUT ke- 4 Kepemimpinan Artha-Kembang, Komitmen dan Fokus Pada Enam Prioritas Pembangunan

Walau abrasi dan gelombang tinggi terus mengikis bibir pantai dan menghancurkan rumah warga, namun hingga kini bantuan pemerintah untuk membantu warga menangani abrasi belum juga datang.

Warga berharap pemerintah baik daerah maupun pusat bisa membantu warga menangani abrasi dipantai ini agar tidak bertambah parah dan menyengsarakan warga.(mp/ka-ak)