Gubernur Koster : Jaga Bali Sebagai Pulau yang Penuh Toleransi

156
Gubernur Koster saat menghadiri acara Milad Muhammadiyah ke-107 Tahun 2019 di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Tabanan pada Minggu (24/11/2019).

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak warga masyarakat untuk turut menjaga kerukunan dan persatuan, apapun agama atau latar belakangnya.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri acara Milad Muhammadiyah ke-107 Tahun 2019 di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Tabanan pada Minggu (24/11/2019).

“Kita di Bali punya sejarah yang panjang jika bicara toleransi, kerukunan antarumat beragama. Untuk itu, Bali harus tetap kita jaga sebagai pulau yang penuh toleransi dan berideologikan Pancasila,” ungkapnya.

Gubernur Koster menambahkan, meskipun Bali adalah pulau dengan mayoritas pemeluk Hindu, namun beragam orang dengan agama dan suku yang datang dan menetap di Bali, tetap jadi bagian warga masyarakat Pulau Dewata.

“Dan saya sekarang menjadi Gubernur Bali, Gubernurnya masyarakat Bali yang majemuk dan beragam. Semuanya harus dilindungi, dinaungi  dan jaga bersama, sesuai visi saya menjaga alam Bali beserta isinya. Tentu termasuk di dalamnya warga Bali,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Baca Juga:  Pamit Melaut, Nelayan Pengambengan Ditemukan Meninggal di Atas Perahu

Kerukunan dan keguyuban masyarakat Bali menurut Gubernur Koster, adalah modal utama bagi kawasan yang mengandalkan sektor pariwisata seperti Bali  “Mari bersama kita jaga kerukunan, hindari pengaruh buruk yang memecah belah demi keberlanjutan dan eksisnya Bali di masa yang akan datang,” ajaknya.

Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. HM. Din Syamsudin, memuji Gubernur Koster sebagai kepala daerah yang punya pandangan dan visi kebangsaan serta kenegaraan. “Jarang sekali ada kepala daerah dengan wawasan kenegaraan seluas Pak Gubernur Bali. Bersyukurlah warga Bali sekalian,” sebut mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.

Baca Juga:  Pamit ke Sawah, Kakek Sumatra Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa

Dijelaskan Din Syamsudin, NKRI dengan ideologi Pancasila sudah jadi harga mati bagi organisasi sebesar Muhammadiyah. “Para pendiri Muhammadiyah sudah mencanangkan Pancasila sebagai haluan kita, dan sepanjang sejarah 107 tahunnya, warga Muhammadiyah sudah menunjukkan bagaimana kontribusi kita kepada eksisnya NKRI hingga saat ini,” jelasnya.

Acara Milad tersebut dihadiri oleh perwakilan warga Muhammdiyah dari seluruh Bali. Nampak pula anggota DPD RI Dapil Bali H. Bambang Santoso,  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana serta
Staf Ahli Bupati Tabanan Nyoman Sumartana.(mp/amb/rls).