Hadiri Karya Agung Kahyangan Dalem Prabu Lan Prajapati Desa Beraban, Bupati Eka Saksikan Pementasan 500 Penari Rejang Renteng

32
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Kekaguman Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti, karena selain melihat pementasan kolosal yang melibatkan 500 orang penari , penarinya tetap  kelihatan sangat teratur, disiplin dalam menunjukan yang terbaik. Disamping itu  juga dengan digelarnya Karya Agung  itu, menjadi bukti telah terjaganya persatuan dan kesatuan serta  hubungan yang harmonis antar krama  Desa Adat  Beraban.

“ Saya lihat kekompakan yang luar biasa, terutama tampilan rejang rentengnya.Belum menaripun saya lihat sudah bagus, cara berbaris pun sangat disiplin, teratur , sangat ada niat ingin menampilkan yang terbaik. Luar biasa untuk Desa Beraban,”puji Bupati Eka  Wiryastuti saat menghadiri Karya Agung Kahyangan Dalem Prabu Lan Prajapati  Desa Beraban, Senin(25/06/2018).

Hadir dalam acara itu Anggota DPR RI I Made Urip, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Made Edi Wirawan, Camat Kediri I Made Murdika.

Dirinya juga berpesan agar kekompakan itu dapat berkelanjutan,dan  tidak ada perpecahan. Selalu jaga kerukunan dan kedamaian .”Mohon ini dijaga,”tegasnya.

Ditambahkan seni budaya, adat istiadat, spiritual, agama harus mampu berjalan selaras. karena itulah pemersatu bangsa .

“Seni budaya ,adat istiadat,  agama ini harus bisa berjalan selaras. Karena itulah pemersatu bangsa,”ucapnya.

“Selanjutnya  mohon doa restu semoga Tabanan tetap Serasi, Sejahtera, Aman dan Berprestasi serta persatuan ini tetap terjaga selamanya,”imbuhnya

Sebelumnya Bendesa Adat Desa Pekraman Beraban I Made Sumawa mengatakan Pementasan Tarian Rejang renteng kolosal itu melibatkan 500 penari  itu, terkait dengan digelarnya Karya Agung Kahyangan dalem Prabu lan Prajapati.

Bupati Eka Saksikan Pementasan 500 Penari Rejang Renteng

“500 penari rejang renteng ini, melibatkan PKK ke 15 banjar se-desa adat beraban. Dan masing-masing banjar diwakili sekitar 40 orang penari,”jelasnya.  

Ditambahkan untuk persiapan pementasan tidak memerlukan waktu lama, karena sebelumnya tarian rejang renteng sudah pernah dilombakan di tingkat desa pada hari Ibu tahun 2017.

“Persiapan sekitar dua minggu.Tidak begitu lama, karena tarian rejang renteng sudah pernah dilombakan di tingkat desa ,”ucapnya.

Sumawa juga menjelaskan karya agung kahyangan dalem prabu lan prajapati itu dilaksanakan karena telah rampungnya perbaikan sejumlah palinggih  di Kahyangan Dalem Prabu dan Pura prajapati serta perluasan pembangunan di areal beji telepud.

“ Puncak karya agung di kahyangan dalem prabu lan prajapati,  jatuh pada rahina sukra kliwon pujut 29 Juni 2018, dengan perkiraan biaya sekitar 3.8 Miliar,”katanya.

Di kesempatan itu Bupati Eka Wiryastuti  melakukan persembahyangan bersama, ngaturan punia dan dilanjutkan penandatanganan prasasti. @humastabanan