Hadiri Yadnya Masal, Bupati Eka Apresiasi Kekompakan Masyarakat Desa Pakraman Bedha

433
Bupati Eka Hadiri Ngaben Masal (Pitra Yadnya) digelar oleh masyarakat Bedha, dirangkaikan dengan Upacara Manusa Yadnya (Metatah dan Nyambutin), bertajuk “Yadnya Masal” yang berpusat di Wantilan Desa Pekraman Bedha, Tabanan. Kamis (13/9/2018).

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Mengikuti perkembangan jaman dan mulai berubahnya paradigma masyarakat tentang Ngaben Masal, saat ini Upacara Pitra Yadnya tersebut kian marak digelar di seluruh Bali, khususnya di Tabanan, sering juga dirangkaikan dengan kegiatan Yadnya lainnya dalam bentuk Yadnya Masal.

Mengingat kegiatan yang dilakukan secara berbanyak ini sangat menguntungkan dan juga meringankan beban masyarakat. Yang dulu, Ngaben atau upacara lainnya dengan dilakukan secara perseorangan bisa menghabiskan dana mencapai puluhan bahkan ratusan juta, kini bisa diminimalisir dengan hanya 3-5 juta saja per-orang.

Dan kali ini, Ngaben Masal (Pitra Yadnya) digelar oleh masyarakat Bedha, dirangkaikan dengan Upacara Manusa Yadnya (Metatah dan Nyambutin), bertajuk “Yadnya Masal” yang berpusat di Wantilan Desa Pekraman (DP) Bedha, Tabanan. Dihadiri  Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Kamis (13/9/2018).

Kegiatan yang puncaknya dilangsungkan pada 16 september 2018 mendatang tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Bali N. Adi Wiryatama, salah satu anggota DPRD Tabanan I Made Dirga, Dinas Kebudayaan dan Kesehatan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel dan tokoh adat serta masyarakat setempat.

Bupati yang akrab disapa Eka itu sangat mengapresiasi kekompakan masyarakat Bedha dalam melaksanakan Yadnya. Apalagi terbilang baru pertama-kalinya di Tabanan bahkan mungkin di Bali, Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya masal itu diikuti ratusan peserta. Sebagai Wakil Pemerintah sudah tentu kegiatan positif dari masyarakat ini mendapat dukungan dari Pemerintah.

Begitupun dengan Ketua DPRD Bali N. Adi Wiryatama, Dirinya sangat mengapresiasi kekompakan dan jiwa persatuan masyarakat melalui gotong-royong. Kegiatan dilakukan dalam rangka mempererat persatuan juga meringankan beban masyarakat di dalam membangun Yadnya.

“Dengan kita bersatu-padu, kita bisa berhemat waktu, pekerjaan bisa dilakukan secara bergotong royong. Kalau ngaben bersama sudah tentu bagus dan sangat murah meriah. Dan luar biasanya yadnya itu juga lengkap”, ujarnya.

Sebelumnya, Manggala Karya Yadnya Masal I Nyoman Surata melaporkan bahwa kegiatan itu diikuti oleh ratusan peserta, diantaranya, sawa ngaben sejumlah 93, dikenai biaya sebesar Rp. 2 juta, Ngelungah sejumlah 167, Memukur 8, Metatah 97 dan Nyambutin 35 peserta yang masing-masing dikenai biaya sebesar Rp. 400 ribu. Serta acara ini juga disuport penuh oleh LPD DP. Bedha, jelasnya. @hmstbn.