Heboh! Video Siswa SMA Remas “Susu” Beredar, Diduga Dilakukan Saat Praktikum

489

Tabanan,mediapelangi.com-Video tak senonoh yang diduga dilakukan pelajar SMA kini beredar luas di media sosial (facebook).

Beredarnya video yang berdurasi 10 detik yang merekam adegan meremas payudara salah seorang siswi SMA di Kabupaten Tabanan. Kini Empat pelajar di  SMK Pariwisata Triatmajaya Tabanan di jatuhi sangsi pemecatan.

Kepala Sekolah Pariwisata Triamajaya I Made Arimbawa,yang didampingi Wakasek Manajemen Mutu I Gede Putu Adi Negara serta Wakasek Kesiswaan I Nyoman Budi Artana membenarkan bahwa video yang tengah beredar  tersebut adalah siswanya.

.”Tadi kami panggil orang tuanya, serta para siswa sudah kemarin kami panggil,”ujarnya.

Kepala Sekolah Pariwisata Triamajaya I Made Arimbawa mengaku,  hasil pertemuan tersebut kasus diselesaikan secara kekeluargaan tidak dibawa ke ranah hukum karena kasihan.

Agar tidak terulang kembali, empat siswa yang sebagai pelaku itu dikembalikan kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan.

“Mereka kami serahkan ke orang tuanya dalam artian tidak akan bersekolah di SMK Triatmajaya kembali,” imbuhnya.

Namun agar sansi tersebut tidak bernilai memutuskan hak siswa, empat siswa tersebut masih akan diberikan kesempatan belajar dan mengikuti ulangan umun pada November ini untuk memperoleh nilai. Selanjutnya setelah menerima rapor mereka disarankan untuk pindah sekolah. Dan pihak sekolah akan membantu memberikan rekomendasi.

Sebagai bentuk pengawasan terhadap para siswa-siswi di sekolah ini pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap seluruh siswa yang jumlah seluruhnya mencapai 1008 tersebut.

Sementara, Wakasek Manajemen Mutu I Gede Putu Adi Negara menjelaskan,  peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/11) sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu siswa yang sudah kelas XI ini sedang mengikuti praktikum loundry. Guru pun waktu itu memberikan tugas kelompok. Hanya saja sedikit ada gangguan saat pratikum air keranya macet

Negara pun meyakini prilaku ini hanya keisengan. Sebab siswa yang share vidio tersebut juga tidak merasa ngeshare karena paket hanphone sebelumnya sempat mati. Bahkan sempat dipinjam oleh temanya dikampung.

Sementara itu menurut Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi di Tabanan, I Ketut Sudarma menjelaskan,  baru tahu berita ini tadi sore. Hanya saja SMK Triatmaja sudah berkordinasi ke kantor UPT Dinas Pendidikan Provinsi di Tabanan atas keputusan yang diambil. Diantararanya memanggil orang tua siswa, dan empat pelaku dari siswa itu dikembalikan ke orang tuanya.(eka-yud-mp).