Hilang dari Rumah, Niang Tunjung Ditemukan Mengambang di Sungai Yeh Empas

1432
Jenasah Ni Gusti Agung Tunjung yang di temukan mengambang di Sungai Yeh Empas

TABANAN, MEDIAPELANGI.com –  Jasad Ni Gusti Agung Tunjung(86), ditemukan tewas mengambang di sungai Yeh Empas, Banjar Wanasara Kelod,  Desa Bongan,  Tabanan,  Minggu (29/7/2018).sekitar pukul 07.30 Wita.

Kapolsek Tabanan, Kompol I Gede Made Surya Atmaja mengatakan, penemuan mayat tersebut pertamakali dilihat oleh saksi Anak Agung Putu Sugana (49). Saat itu, saksi sedang berjalan dipinggir sungai dan terkejut melihat seperti sosok mayat yang jaraknya hanya 2 meter dari bibir sungai. “Saksi kemudian mendekat dan melihat korban dalam posisi tengkurap mengambang di sungai Yeh Empas,” jelas kapolsek.

Menurutnya, saksi yang mengetahui sosok mayat tersebut bernama Ni Gusti Agung Tunjung (86), segera memberitahukan kepada keluarga korban dan juga masyarakat sekitar. Dan peristiwa tersebut segera dilaporkan oleh anak korban, AA. Ketut Suyasa (57) ke pihak kepolisian.

Sementara anak korban, munuturkan, ibunya pergi meninggalkan rumah pada Jumat (27/07/2018) sekitar pukul 16.00 wita. “Ibu saya sampai malam belum kembali. Dan saya bersama keluarga sudah melakukan pencarian namun tidak ketemu. Selanjutnya saya laporkan kepada Bhabin Kamtibmas,” tuturnya.

Bersama Bhabin, keluarga dan  beberapa warga melakukan pencarian disekitar desanya. Namun tidak membuahkan hasil. Dan selang dua hari, ia mendapatakan informasi bahwa ibunya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Ibu saya sudah pikun atau linglung dan beberapa kali tersesat. Apabila meninggalkan rumah, ibu saya diantar warga pukang ke rumah,” ujarnya seraya mengatakan, keseharian ibunya memang tidak pernah menggunakan baju. Hanya kain kamben saja, bahkan kadang-kadang telanjang.

Dari hasil pemeriksaan luar, korban luka di kepala (luka lama karena jatuh di rumahnya, dan telah mendapatkan jahitan di BRSU Tabanan, red), luka lecet di pada kaki kanan dan lecet pada tangan kanan. “Pihak keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi,” pungkas Kapolsek. (ga)