Infrastruktur Olahraga Belum Standar Kemenpora Lakukan Kajian Secara Nasional

113
Photo : Sambutan Ketua KONI Bali Ir. I Ketut Suwandi (13/12/2017).

Badung,mediapelangi.com-Masih banyaknya infrastruktur olahraga di daerah yang belum memenuhi standar diyakini sebagai salah satu penyebab belum maksimalnya prestasi olahraga Indonesia di kancah nasional maupun international. Hal tersebut mengemuka saat digelarnya kegiatan yang bertema “Penyusunan Grand Design dan Data Base Infrastuktur Olahraga tahun 2017” yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Asdep Standarisasi dan Infrastruktur Olahraga – Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, bertempat di Hotel Vouk Nusa Dua Selatan, Kuta Selatan–Badung Bali, Rabu (13/12/2017).

Pengembangan fasilitas olahraga yang terstandarisasi kini menjadi perhatian serius oleh pemerintah pusat dan daerah yang merupakan amanat UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Pertemuan di Bali digelar selama tiga hari mulai Rabu-Jumat, 13 s.d 15 Desember 2017 melibatkan seratusan peserta dari unsur Dinas Pemuda dan Olahraga dari seluruh Provinsi di Indonesia serta Dispora Kabupaten/kota dan KONI se- Bali yang dibuka secara resmi pada Pk. 19.00 WITA oleh Kepala Bidang Standarisasi, Akreditasi dan Sertifikasi Keolahragaan- Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dr. Linda Darnela, M.Pd.

Dalam sabutannya Linda Darnela menyampaikan, tujuan dilakukan kajian sarana dan prasarana olahraga adalah untuk menyusun data base yang nantinya akan dilanjutkan menjadi Grand Design dan Database yang terintegrasi sesuai dengan potensi daerah masing-masing, paparnya.

Sementara mewakili tuan rumah, Ketua KONI Bali Ir. Ketut Suwandi mengapresiasi langkah-langkah Kemenpora yang telah memilih Bali sebagai lokasi pembahasan penyusunan Grand Design dan Database Infrastruktur Olahraga karena hal itu sangat menentukan dalam peningkatan prestasi atlet di masa depan. Menurut Suwandi, di Bali infrastruktur olahraga sangat kurang namun bisa kami imbangi dengan SDM yang memiliki semangat dan militansi sehingga pada PON 2016 di Jabar Bali bisa lolos sebagai peringkat 6 (enam) dari 34 provinsi di Indonesia, kami sangat mendukung, apalagi Bali sudah mencalonkan diri menjadi tuan rumah PON tahun 2024, kata Suwandi.

“Walau Gunung Agung meletus jangan takut datang ke Bali, Bali masih aman untuk dikunjungi,”pungkas Suwandi bersosialisasi.

Photo : Peserta Kegiatan Penyusunan Grand Design dan Data Base Infrastuktur Olahraga 2017

Sebelum masuk ke pembahasan data base sarana dan prasarana olahraga, terlebih dahulu dilaksanakan dialog menghadirkan narasumber Prof. Joko Pekik, seorang pemerhati olahraga dan staf pengajar di Univ Negeri Yogyakarta (UNY).  Menurutnya ada tiga hal yang mendasar dalam meningkatkan prestasi olahraga yaitu ; policy, Suport System dan strategi, terang Joko.

“Sudah terbukti ketersediaan fasilitas olahraga berbanding lurus dengan peningkatan prestasi olahraga, kedepan pemerintah berharap pembangunan sarana dan prasarana olahraga harus berstandar international, oleh karena itu perlu grand design nasional,”tandasnya.

Sementara dalam penyusunan data base peserta dipandu oleh praktisi olahraga Dr. Nimrot Manalu. Dalam paparannya Manalu menekankan agar masing-masing daerah memiliki data base jumlah sarana dan prasarana olahraga, termasuk ukuran, kepemilikan, pengelolaan, IMB, kelayakan fungsi, riwayat dan sebagainya, imbuhnya.

Salah seorang peserta dari Provinsi NTT, Kalvin DZ Meko yang juga selaku Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kabupaten Timor Tengah Selatan berharap,  dalam penyusunan data base pemerintah harus melakukan pemetaan untuk mengetahui keunggulan dan potensi masing-masing daerah dan selanjutnya bisa ditindaklanjuti dengan penganggaran, harapnya.

“Seperti di daerah kami di Kabupaten Timor Tengah Selatan, masyarakat kami memiliki potensi cabor atletik, tinju dan karate, nanti pemerintah pusat bisa membangun fasilitas olaraga bertaraf internasional sesuai dengan potensi daerah kami, harap Kalvin.(*/mp).