Ini Hasil Pertemuan Orangtua Murid yang Ikut LKBB

576
Vidio Viral Tampar Siswa Sekolah, Komite Sekolah, pelatih, polisi, siswi dan orang tua akhirnya menggelar pertemuan di sebuah ruangan di SMPN 1 Kediri, Tabanan, Selasa (25/9/2018).

TABANAN,MEDIAPELANGI.com – Pihak sekolah dan siswi serta orang tua sepakat untuk tidak kembali melakukan tindakan tersebut dengan dibuktikan surat pernyataan bermaterai dan bertanda tangan pelatih Latihan Kreasi Baris Berbaris (LKBB), yakni ES.

Hal tersebut  terungkap setelah adanya kesepakatan antara pihak sekolah, komite sekolah, pelatih, polisi, siswi dan orang tua akhirnya menggelar pertemuan di sebuah ruangan di SMPN 1 Kediri, Tabanan, Selasa (25/9/2018).

Dalam pertemuan yang digelar membahas permasalahan beredarnya rekaman video yang viral memperlihatkan dua siswa oleh pelatihnya pada Sabtu (22/9). Pihak sekolah pun tetap menyatakan perlakuan tersebut merupakan keinginan siswanya yang mengikuti LKBB dengan tujuan agar siswa tetap semangat untuk mencapai target juara LKBB. Dan latihan LKBB tetap di lanjutkan.

Kepala SMPN 1 Kediri, Sagung Raka Suartini menyatakan penamparan yang di lakukan oleh oknum pelatih LKBB itu merupakan sudah kesepakatan antara siswa dengan seorang pelatih yang berinisial  ES dengan tujuan untuk membangkitkan dan motivasi para siswa yang ikut di mana agar bisa kembali mempertahankan juara 1 LKBB pada lomba bulan Oktober 2018 mendatang.

“Kami  sengaja kumpulkan dan kami ingin meluruskan. Dan itu memang benar terjadi seperti apa yang di video itu sudah merupakan kesepakatan dari siswa dengan pelatih untuk tujuan yang baik karena sudah sebulan latihan belum ada perkembangan,” kata Sagung Raka.

Dirinya berharap kedepanya tidak ada lagi prilaku  seperti yang sudah terjadi. Hal ini sudah di buktikan dengan adanya surat pernyataan yang sudah di tanda tangani lengkap dengan meterai bersama pelatih,”ujarnya.

Dewan Pendidikan Tabanan yang juga sempat medatangi sekolah SMP N 1 Kediri  menyatakan, pada intinya Dewan Pendidikan sangat melarang mengunakan kekerasan fisik dalam dunia pendidikan meskipun itu diawali adanya kesepakatan itu tidak di benarkan,”tegas Madra Suartana. Selasa (25/9/2018).

Menurut dia pihaknya akan segera mengeluarkan surat edaran berupa imbauan agar semua sekolah atau semua guru tidak boleh menggunakan kekerasan fisik dalam dunia pendidikan. “Segera mungkin kami akan keluarkan surat edaran untuk menghimbau kepada sekolah agar tidak lagi ada kekarasan fisik yang di lakukan di sekolah lainya,”katanya. (ka)