Jaksa Masuk Sekolah, Program Kejaksaan Agar Pelajar Melek Hukum

78
Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMA Dharma Praja Denpasar

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Penampakan jaksa di sekolah tersebut memang benar adanya. Para jaksa saat ini memang diwajibkan datang dan mengajar di sekolah melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS)

Program ini digelar untuk menumbuhkembangkan kesadaran hukum bagi masyarakat secara umum dan pelajar secara khusus. Dan para pelajar memang seharusnya mendapat ilmu hukum sejak dini.

Tim Jaksa Masuk Sekolah yang memberikan penerangan diantaranya, Dewi Agustin Adiputri, SH, MH, Hari Sutopo, SH dan Ni Nyoman Martini, SH. Mereka memberikan penjelasan mengenai Peran Kejaksaan RI melalui bidang Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat dan sekaligus memberikan pengenalan materi tentang Hukum di kalangan para siswa.

Pengenalan Hukum ini Seputar Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Bahaya Narkoba, Kenakalan Remaja dan Tentang Bahaya bermedsos bagi remaja.

Dibantu oleh anggota Tim JMS Kejati Bali, kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 09.00 wita tersebut mengambil sasaran para siswa sebagai masyarakat sekolah yang harus tahu dan mengerti apa itu Hukum, bagaimana penegakan hukum dan sanksi apa yang diterima jika melanggarnya.

Pada sesi tanya jawab, Tim JMS Kejati Bali mendapatkan banyak pertanyaan menarik yang diantaranya seputar masalah Narkoba, masalah penyuluhan hukum, tak luput juga masalah kenakalan remaja. Semuanya dijawab oleh Tim JMS dengan memberikan penerangan juga pendekatan dengan contoh yang terjadi di sekitar kita.

“Agenda JMS ini akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya, menyesuaikan jadwal sekolah yang kita kunjungi agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar mereka,” tegas Dewi Agustin Adiputri SH, MH

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Republik Indonesia melalui Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat memiliki program Jaksa Masuk Sekolah. Program ini dilakukan untuk memberikan pendidikan hukum sejak dini. Kegiatan tersebut dilakukan di seluruh Indonesia, dimana diharapkan akan memberikan pencerahan hukum kepada siswa dan para guru. Apalagi kejahatan hukum di negeri ini semakin meningkat.

“Melalui program JMS, para siswa-siswi mendapatkan informasi hukum terkait kejahatan korupsi, terorisme, narkoba serta kejahatan tehnologi,program ini dilakukan untuk memberikan pengenalan hukum sejak dini. Dengan pemahaman hukum sejak dini akan membantu proses pembentukan karakter anak bangsa yang berbasis hukum.  Diharapkan dengan memahami dan menaati hukum anak bangsa ini akan menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan serta bisa diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,” tandasnya. (mp)