Jatuh dari Pohon Sawo, Nenek Losin Tewas

1565
Anggota Polsek Selemadeg Barat saat melakukan olah TKP dan Visum Korban Ni Nengah Losin Jatuh dari Pohon Sawo. (foto - Humas Polsek Selemadeg Barat)

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Ni Nengah Losin (66) wanita asal Dinas Petiles, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan Bali tewas di kebun miliknya setelah terjatuh dari pohon sawo setinggi 3,5 meter.

Wanita malang tersebut diduga jatuh  karena menginjak ranting yang kering ketika berusaha memetik buah sawo yang sudah mulai matang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pada Senin (31/8/2020) sekitar pukul 10.30 Wita saksi I Made Wisada Ardiasa (48) bersama beberapa buruhnya memetik buah sawo yang berlokasi di sebelah barat TKP.

Saat memetik sawo, saksi  melihat sebuah tas tergantung di pohon sawo di sebelah timur dari posisinya memetik buah sawo.

Curiga ada yang memetik sawo, saksi langsung mendatangi TKP, setelah beberapa saat saksi melihat korban sudah dalam keadaan posisi telungkup dan setelah diamati. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Baca Juga:  Hasto: Calon Kepala Daerah dari PDIP yang Akan Bertarung di Pilkada Bekerja Keras Rebut Hati Rakyat

Selanjutnya saksi menghubungi rekanya  untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Selemadeg Barat.

Polsek Selemadeg Barat bersama tim medis dari Puskesmas  tiba di TKP dan langsung melakukan olah TKP serta melakukan visum luar terhadap tubuh korban disaksikan oleh pihak keluarga korban.

Dari hasil visum ditemukan pada dahi, hidung dan rahang tidak simetris, dimana dahi kiri, hidung dan rahang kiri penyok, diduga akibat terbentur benda tumpul. Mata kanan lebam diduga terbentur benda tumpul. Mulut keluar darah, diduga ada luka akibat benturan benda tumpul, diperkirakan korban meninggal lebih dari 24 jam.

Baca Juga:  Jukung Tertabrak Perahu di Pantai Perancak, Satu Orang Dikabarkan Hilang

Dari visum luar yang dilakukan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia seijin kapolres membenarkan peristiwa itu dan telah melakukan penyelidikan. “Dari penyelidikan bersama tim identifikasi dan dari hasil pemeriksaan mayat korban, tidak ditemukan luka tanda penganiayaan,” ujarnya.

Subagia mengatakan, karena tidak ditemukan bekas luka penganiayaan untuk sementara pihaknya menyimpulkan korban mengalami kecelakaan jatuh terpeleset dari pohon sawo yang dipanjat setinggi 3,5 meter. Jenazah korban lantas diserahkan ke pihak keluarga untuk prosesi selanjutnya.(mp/ka)

 

 

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here