Jelang Galungan Bupati Eka Berbagi Tali Kasih di Posko Pengungsian

43

Tabanan (Mediapelangi.com)- Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Berbagi Tali Kasih di Posko Pengungsian. Bupati Eka berbagi tali kasih dengan Relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan pengungsi erupsi Gunung Agung di Posko Desa Samsam Kecamatan Kerambitan Tabanan, Sabtu (28/10). Tali Kasih tersebut merupakan investasi hati dan wujud kepedulian dirinya kepada sesama.

Hadir dalam acara tersebut anggota DRPD Kabupaten Tabanan I  Made Dirga, Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, para asisten, Kepala OPD, Para Camat, unsure Tripika Kecamatan dan  Prebekel Se-Kecamatan Kerambitan serta para relawan.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya mengungkapkan kedatangannya ke posko pengungsian adalah investasi hati dan  bentuk kepedulian  kepada sesame, terutama kepada relawan Tagana, karena menurutnya  relawan  Tagana lah yang secara sukarela  telah membantu di posko-posko pengungsian, mendistribusikan logistik, sembako dan menyiapkan dapur umum.  Dalam melakukan kesukarelawan itu, mereka meninggalkan keluarga, hanya untuk membantu meringankan beban sesama, khususnya pengungsi erupsi gunung agung.”Saya mengucapkan terima kasih kepada tim Tagana,mereka ini adalah relawan kita, yang selama ini dengan sukarela meninggalkan keluarga, anak istri demi membantu di posko- posko  pengungsian. Jadi sebagai bentuk perhatian dan kepedulian saya, hari ini saya pribadi memberikan tali kasih sebesar 300 ribu per orang untuk 96 orang Tagana. Diketahui selama ini relawan Tagana hanya mendapatkan dana tali kasih sebesar 50 ribu rupiah sebulan. Tapi hal itu tidak menyurutkan niat mereka (Tagana) untuk membantu sesama. Jadi saya bangga,dan sekali lagi terima kasih,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati eka juga mengungkapkan kebanggaannya dengan dipentaskannya  tarian bungan sandat serasi. Bahkan dirinya merasa kaget, karena tarian itu dibawakan oleh anak -anak di posko pengungsian. ”Saya bangga, kaget tadi, saya pikir itu yang nari bukan anak-anak karangasem, jadi luar biasa ini.Saya bangga kepada adik-adik yang sudah berniat sekali untuk menampilkan tarian yang paling indah, maskot  kita. Dan tentunya ini memberikan kita semangat bahwa tarian kita itu pantas ditarikan oleh siapa saja, jadi metaksu tarian bungan sandat serasi,luar biasa. Ini pertukaran budaya,”ucapnya bangga.

Di acara tersebut, Bupati  eka juga berkesempatan memantau langsung situasi di tempat pengungsian, mulai dari kamar tidur, hingga tempat logistic untuk pengungsi. Dirinya memberikan apresiasi terhadap penanganan pengungsi di posko tersebut, karena kamar , logistic yang disediakan tertata rapi, sehingga semuanya dikatakan telah lebih dari layak.”Ini benar-benar lebih daripada layak, mereka ada kamar masing- masing. Logistik  betul- betul rapi, cari apa tinggal ambil, artinya benar-benar niat, untuk membuat semua lebih mudah. Kalau ga niat kan asal naruh- naruh aja, berantakan gitu. Tapi yang disini sudah kayak Samsam Mart ,”ujarnya sambil tertawa.

Acara penyerahan tali kasih kepada tim Tagana, dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis 1 ekor babi untuk masing-masing posko. Penyerahan langsung dilakukan oleh Bupati eka, yang diterima oleh perwakilan Tagana. Untuk pengungsi, posko Marga, Pupuan dan Penebel diterima oleh Camat setempat. Khusus untuk posko samsam,1 ekor babi diterima Perbekel setempat.

Pemberian babi itu, menurutnya bupati eka, semua itu  dilakukan agar pengungsi yang ada di posko tetap bisa merasakan suasana dan aura Hari Raya Galungan dan Kuningan.” Jadi hari ini adalah hari yang patut disyukuri karena ini adalah bagian dari keiklaskan kita,kepedulian kepada sesama terutama mereka pengungsi  yang sampai sekarang belum ada kejelasan boleh pulang atau tidak. Mereka yang tinggal disini agar tetap bisa merasakan aura, merasakan kebahagian dalam menyambut  hari raya besar galungan dan kuningan, ‘’harapnya

Selanjutnya bupati Eka, juga mengajak agar kita selalu berpikir positif, dan kepada para pengungsi agar menganggap Tabanan sebagai rumah sendiri, menganggap keluarga. Karena menurutnya musibah bisa terjadi dimana dan kapan saja. “Tiang nunas ring ida dane sampunan berpikir negative  inggih, anggap Tabanan niki seperti rumah sendiri, anggap keluarga, yang namanya musibah dimana saja bisa terjadi , kata bupati Eka.

Dirinya juga mengajak agar kita tetap berdoa semoga bencana ini tidak  berlangsung lama dan dengan perayaan galungan dan kuningan ini, diharapkan ada sinar suci dari Sang  Hyang Widhi Wasa, semoga kita selalu diberikan kebahagian, ketenangan dan kedamaian.”Yang penting kita ikhlas banyak berdoa, mudah-mudahan bencana ini tidak lama dan ida dane semoga tetap sehat,tetap berkarya. Tiang ucapkan selamat hari raya galungan dan kuningan , mudah-mudahan  ida dane titiang sareng sami ngemolihin pemargi sinar suci ring Ida Sang Hyang  Widhi Wasa, selalu diberikan kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian,”tutupnya.

Sebelumnya Kadis Sosial Kabupaten Tabanan  I Nyoman Gede Gunawan dalam laporannya di Tabanan ada 96 orang  relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana ) dan tersebar di tiap kecamatan. Selama ini, mereka sudah bekerja sekitar satu bulanan,meninggalkan keluarga untuk kepentingan kemanusiaan, ”Para Tagana kami, yang setiap saat bekerja, siang malam, mangkin sampun satu bulan tujuh hari, sampun satu bulan tujuh hari meninggalkan keluarga hanya untuk kepentingan kemanusiaan. tidak ada salahnya dalam kesempatan ini , mereka menerima dana  tali kasih.  Karena Tagana inilah  yang nantinya tetap ngayah menyiapkan  dapur umum untuk pengungsi, sehingga tidak ada sampai pengungsi yang kelaparan, semuanya sudah kita kondisikan,” tegasnya.

Dengan pemberian tali kasih tersebut, Gunawan mengharapkan para Tagana nantinya siap bekerja, walaupun mereka tidak tahu sampai kapan (*/mp.Htbn)