Kabupaten Tabanan Lakukan Prosesi Pengambilan Tanah dan Air Jelang Gowes Pesona Nusantara

33

Tabanan, mediapelangi.com – Dalam rangka mensukseskan jalannya perhelatan “Gowes Pesona Nusantara”, Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pendidikkan Kabupaten Tabanan  melakukan prosesi pengambilan Tanah dan Air, Kamis, (26/7) kemarin, di Pura Luhur Batukau, Wangaya, Penebel dan di Pura Ulundanu Beratan, Bedugul, Baturiti.

Prosesi pengambilan Tanah dan Air tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikkan Pemkab Tabanan I Wayan Adnyana beserta Kepala Bidang, Kepala Sub Bidang dan staf terkait. Ditambah para Pemangku Pura, Pramuka dan Siswa-Siswi Sekolah daerah setempat membuat prosesi pengambilan Tanah dan Air tersebut berjalan dengan suka cita dan diselimuti suasana mistis hingga ada yang sampai mengalami kerauhan (kesurupan) saat prosesi pengambilan Tanah di Pura Luhur Batukau.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti intruksi dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi. Melalui slogan “Ayo Olahraga” Kemenpora meluncurkan Program Gowes Pesona Nusantara, yang bersinergi dengan Dinas Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait. Implementasi Ayo Olahraga, dalam program Gowes Pesona Nusantara dengan melibatkan berbagai pihak terkait sehingga program ini berdampak secara massif dan berpengaruh positif  bagi life style (gaya hidup) masyarakat.

Kegiatan ini juga bertujuan membudayakan Olahraga, karena olahraga dapat mempersatukan masyarakat Indonesia, untuk sehat, bugar dan berkarakter. Dan melalui olahraga dapat menggerakan masyarakat untuk aktif berolahraga dan menyediakan sarana olahraga bagi masyarakat, yang murah, meriah dan massal. Oleh karena itu, kegiatan Gowes Pesona Nusantara merupakan kegiatan yang menjadikan bersepeda sebagai jenis olahraga dan sepeda merupakan alat transportasi bebas polusi.

Disela-sela prosesi pengambilan Tanah dan Air yang dilangsungkan di dua Pura yakni di Pura Luhur Batukau dan Pura Ulundanu Beratan, I Wayan Adnyana selaku Kepala Dinas Pendidikkan Kabupaten Tabanan menambahkan, kegiatan pengambilan Tanah dan Air ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Gala Desa dan Gowes Pesona Nusantara. Yang merupakan program pertama kalinya dari kementrian Pemuda dan Olahraga RI, khusus untuk Kabupaten Tabanan pelaksanaan Gala Desa sudah hampir selesai, terangnya.

Tinggal dilakukan penyerahan hadiah-hadiah bagi pemenang pada saat puncak yaitu Gowes Pesona Nusantara, yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2017 mendatang. Serangkaian dengan kegiatan itu, juga dilaksanakan prosesi Pengambilan Tanah dan Air ini. Untuk Tanah kita ambil di Pura Luhur Batukau, sedangkan Air kita ambil di Pura Ulundanu Beratan. “Kenapa kedua tempat itu kita cari tanah dan airnya, karena ini memiliki filosopi yang luar biasa. Karena masing-masing tempat itu memiliki sejarah yang merupakan sumber kemakmuran”, jelas adnyana dengan penuh semangat.

Kepala Dinas yang akan mengakhiri masa jabatannya pada bulan agustus mendatang ini juga menambahkan, saat pengambilan tanah di Batukau dirasanya sangat meriah berkat bantuan masyarakat dan siswa-siswi sekolah setempat, dan berlangsung cukup magis juga. Semua itu merupakan wujud dari Implementasi Nyegara Gunung sebagai konsep kita di Bali dan juga Tri Hita Karana. Kemudian yang paling penting lagi adalah implementasi dari Harmoni award yang telah diterima oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Dan semuanya ini sesungguhnya adalah bertujuan untuk meningkatkan semangat dan menumbuhkan semangat kebangsaan anak-anak bangsa Indonesia melalui kegiatan ini.

Tambahnya lagi, itulah sebabnya prosesi ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat tetapi juga lebih banyak diikuti oleh para siswa dan siswi dan tanpa memandang suku, ras, agama dan lain sebagainya. “Dan sekali lagi Saya Katakan prosesi pengambilan Tanah dan Air yang sebentar lagi kita akan semayamkan di Padmasana Kantor Pemda Tabanan. Dimana pada tanggal 30 Juli nanti kita ambil dan kita serahkan kepada Panitia Pusat. Untuk selanjutnya Tanah dan Air dari Kabupaten Tabanan itu akan digabung, dengan Tanah Tanah dan Air dari daerah lain kurang lebih 90 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Itu akan dijadikan satu, dan akan dibuatkan sebuah monument di Magelang, yaitu di Gunung Tidar”, jelas adnyana. (hmstbn)