“Kami Tidak Minta Kapal, Tapi Mesin Tempel” Keluhan Nelayan Kepada Koster

59
Foto-Dialog Koster dengan Masyarakat di Pesisir Desa Sesetan

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com-Ketut Sukarsana alias Ketut Kopi, nelayan tradisional asal Sesestan tidak meminta kapal besar yang , ia hanya meminta mesin tempel dan dibantu alat keselematan, agar bisa melakukan aktivitasnya untuk menghidupi keluarga. Ketut Kopi adalah perwakilan Kelompok Nelayan Taman Segara Kodang, Suwung Sesetan, yang mengatakan hal tersebut saat berdialog dengan calon gubernur Bali nomor urut 1 Wayan Koster, Selasa (06/03). Koster yang didampingi Ketua Tim Pemenangan Kota Denpasar mengisi masa kampanyenya dengan turun ke pesisir wilayah Desa Sesetan berdialog dengan masyarakat khususnya para nelayan.

“Jangan kami diberi kapal pak, dulu oleh Perikanan dan Kelautan kami mau diberitan Kapal dengan kapasitas 16 GT. Setelah kami remugan tentu kami tidak akan mampu, biaya operasionalnya sangat mhal sampai Rp 200 juta. Sedangkan kami kelompok nelayan hanya punya Rp 50 ribu,”keluh Kopi. Yang dibutuhkan sebenarnya, lanjut Kopi adalah mesin tempel 15 DK dan pin penyelamatan. “Besar harapan kami, dan kami berdoa semoga bapak Koster bisa menjadi gubernur, sehingga harapan kami bisa diwujudkan,”harapnya.

Koster yang didampingi Ketua Tim Pemenangan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede mengatakan, tujuanya turun langsung adalah agar bisa mengetahui permasalahan yang dihadapi secara masyarakat secara langsung. Kadang kala dan kerap terjadi, keinginan dan harapan masyarakat tidak sesuai dengan program yang turun dari pemerintah. “Seperti ini, nelayan minta mesin tempel tapi pemerintah memberikan bantuan kapal dengan kapasitas besar, kan tidak nyambung,”kata Koster yang berdialog duduk lesehan.

Menurutnya, harapan yang disampaikan nelayan bukanlah masalah besar, dan pemerintah harusnya bisa memenuhi. Kalau nanti dirinya dipercaya memimpin Bali, tentu permohonan para nelayan tersebut akan segera dipenuhi. “Tentu akan kita penuhi semua, apalagi permohonan tersebut seperti mesin tempel dan pin penyelamatan adalah sarana dan prasarana vital bagi para nelayanan,”katanya. Tak hanya itu, Koster juga telah menyiapkan sejumlah program yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Hadir juga pada dialog tersebut tokoh perwakilan Bendesa Adat Sesetan, tokoh masyarakat Sesetan Nyoman Nirka yang dikenal dengan Mang Tompel serta tokoh masyarakat lainnya. (mp)