Kantor Perbekel Desa Senganan, Digembok Warga! Rupanya Ini Penyebabnya

185
foto - Kantor Perbekel Desa Senganan, Penebel

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Pintu pagar depan Kantor Perbekel Desa Senganan disegel. Penyegelan Kantor Perbekel Desa oleh sejumlah pemuda yang tergabung dalam Sekaa Truna – Truni (STT) Giri Kusuma, Desa Senganan, Penebel, Tabanan, Pasalnya dana STT belum di keluarkan sebesar Rp 13,5 juta.

Aksi protes sejumlah pemuda dilakukan dengan cara mengembok pintu pagar trali masuk ke Kantor Perbekel Desa.Rabu (2/5/2018).

Akibat penyegelan tersebut, sempat membuat aktivitas pelayanan terganggu. Akhirnya sekitar pukul 10.00 Wita pintu gembok behasil di buka dan pelayanan berjalan normal.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun sejak Rabu pagi sejumlah pemuda tampak duduk di depan kantor. Sedangkan Perbekel dan Sekretaris Desa sedang ada rapat, sementara sekretarisnya sedang ada rapat di Denpasar.

Buntut dari penyegelan kantor desa berawal dari dana karang taruna sebesar 13,5 juta yang seharusanya di keluarkan dari tahun 2016 untuk  kegiatan program karang taruna yang berhasal dari anggran dana APBDes, yang akan di gunakan untuk membuat penjor disepajang jalan Desa Senganan untuk menyambut pelaksanaan hari raya Galungan dan Kuningan.  Tetapi kenyataanya hingga tahun 2018 dana tersebut tak kunjung dicairkan.

Tidak kungjung cairnya dana tersebut anggota STT Giri Kusuma sudah menanyakan ke Perbekel Desa Senganan I Wayan Sukarata dan menyatakan dana bahawa tersebut sudah diambil oleh Sekretaris Desa yakni Gusti Ngurah Weka.

Saat ditanyakan ke sekretaris desa dan berjanji akan mencairkan, namun sayangnya pencairan hanya tinggal janji. Sehingga anggota STT Giri Kusuma melayangkan aksi protes dengan cara menggembok pintu depan kantor desa,” terang salah seorang anggota STT yang enggan di sebutkan namanya.

Sementara itu menurut salah satu pemuda anggota STT Giri Kusuma I Made Bagia,(37) yang ditemui di Mapolsek penebel menuturkan aksi yang dilakukan dengan menggembok kantor desa, oleh sejumlah anggota STT Giri Kusuma Desa Senganan. Karena dana karang taruna sebesar Rp 13,5 juta tidak kunjung dicairkan. Bagia pun mengakui dia bersama sejumlah anggota STT Kusuma yang melakukan pengembokan pintu kantor desa. Saat ditanya soal pengunaan uang  apakah benar diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Bagia enggan berkomentar apapun.

foto – Kapolsek Penebel AKP Ketut Mastra Budaya bersama satf Perbekel Desa Senganan

Kapolsek Penebel AKP Ketut Mastra Budaya menjelaskan pihaknya sudah turun ke lapangan ke Kantor Desa Senganan. Kemudian meminta keterangan beberapa anggota pemuda, staf desa dan perbekel desa. Bahwasanya ada persoalan mengenai dana karang taruna yang tidak dicairkan. Akan tetapi dana tersebut sudah dicairkan dan uangnya berada di sekdes desa. Sehingga STT Giri Kusuma Desa Senganan melakukan penggembokan pintu Kantor Desa sejak Selasa (1/5) sekitar pukul 16.00.

“Kami sudah meminta keterangan kepada Made Bagiayasa anggota pemuda STT Giri Kusuma. Rencana juga akan memanggil dan meminta keterangan sekde Senganan Gusti Ngurah Weka,” lanjutnya.

Sayangnya sekdes Senganan masih berada di Denpasar. Kata beliau sekitar pukul 14.00 Wita  akan ke polsek Penebel. “Usai kedua belah pihak kami panggil. Selanjutnya kedua belah pihak antara anggota STT Giri Kusuma dan Sekdes Senganan dipertemukan untuk menyelesaikan masalah ini,” tandasnya .(ka)