Kecam Terorisme, Koster Ajak Masyarakat Aktif Mengawasi Lingkungan Sekitar

91
foto - ist - Wayan Koster

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Tokoh masyarakat  yang juga calon Gubernur Bali  Wayan Koster mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di beberapa lokasi di surabaya. Koster yang hadir  didampingi istri, Ny. Ni Putu Putri Suastini pada acara doa bersama di Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Selasa (14/5/2018), menyatakan  aksi teror itu tak bisa lagi ditoleransi.

“Saya meminta kepada pemerintah, dalam hal ini pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku teror,” pintanya. Ia menegaskan peristiwa serupa tak boleh terjadi di Bali. Untuk itu, Koster meminta agar Pulau Bali dijaga dengan baik. Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi kondisi sekitar amat diperlukan. Di sisi lain, Koster berharap peristiwa ini tak menimbulkan keretakan kerukunan umat beragama yang sudah berjalan apik di Pulau Bali. “Tidak boleh terjadi di Bali. Bali ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai peristiwa ini merusak toleransi dan kerukunan antar-umat beragama yang sudah berjalan bagus di Bali. Mari kita pelihara persatuan dan kesatuan yang didasarkan kepada nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945,” ajak dia.

Koster menegaskan pihaknya mendukung segala tindakan tegas  aparat penegak hukum serta Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam memberantas aksi terorisme yang telah menyebabkan banyak jatuhnya korban jiwa tak berdosa serta menyebarkan rasa ketakutan juga menggoyahkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

“Agar hal itu (aksi terorisme) tidak terjadi lagi di wilayah manapun di Indonesia, kami mendukung segala tindakan tegas dan tutas dari aparat Polri dan TNI dalam menumpas para pelaku aksi terorisme di Tanah Air,” ujarnya. Pihaknya pula menyatakan mendukung segala upaya yang dilakukan Pemerintah Presiden Joko Widodo untuk membangun landasan pembangunan  dengan rasa nyaman dan aman sehingga aksi terorisme tidak terulang kembali.

Selain kepedulian masyarakat, menurutnya desa adat juga bisa diperankan dalam ikut menjaga keamanan wilayahnya masing-masing.  “Semua komponen harus ikut dan dilibatkan. Khusus di Bali, peran desa sangat penting dan strategis untuk mencegah masuknya para pelaku aksi terorisme. Maka desa adat bekerjasama dengan pihak terkait, aktif menjaga wilayahnya masing-masing,” demikian Koster. (mp)