Komunitas Bernama Agus Dukung Rai Mantra

116

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com-Komunitas Agus yang tergabung dalam Agus Bersaudara Bali mendatangi kediaman Calon Gubernur Bali yang diusung Koalisi Rakyat Bali(KRB) nomor urut 2,Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Griya Sebasari, Renon, Denpasar pada Sabtu (24/3).

Komunitas Agus Agus adalah komunitas orang-orang yang bernama Agus. Misalnya Agustinus, Agustina, Nyoman Agus, dan nama lainnya yang mengandung unsur Agus.

Komunitas ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Baik di bidang lingkungan maupun pendampingan masyarakat. Agus Agus Bersaudara memiliki jumlah angggota ribuan di seluruh Indonesia termasuk di Bali.

Kedatangan mereka ke kediaman Rai Mantra untuk menyampaikan dukungan dalam pemilihan Gubernur Bali tahun 2018. Perwakilan Agus Agus Bersaudara, Agustin Rahayu mengatakan mendukung Rai Mantra yang dikenal dekat dengan komunitas dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

“Kebetulan saya aktif di pusat layanan autis, punya pengalaman Pak Rai Mantra sangat peduli dengan hal-hal seperti itu,” kata Agustin. Selain kepedulian sosial, Rai Mantra dilihat sebagai figur bersih, bebas dari kasus korupsi. Selama kampanye Komunitas Agus Agus melihat Rai Mantra tidak pernah menjanjikan uang apalagi intimidasi.

“Pastinya bebas korupsi dan tidak bagi-bagi uang, kami juga melihat kampanye Pak Rai Mantra dan Pak Sudikerta tanpa adanya intimidasi,” kata Agustin.

Dalam kesempatan ini Rai Mantra menyambut baik dukungan Agus Agus Bersaudara. Rai Mantra berharap Agus Agus Bersaudara bisa membantu dimulai dari lingkungan terkecil.

“Terima kasih atas dukungannya, komunitas Agus Agus Bersaudara bisa memulai dari lingkungan terkecil dengan menyampaikan ke orang-orang terdekat apa yang sudah dikerjakan selama di Denpasar,” kata Rai Mantra.

Rai Mantra sendiri sangat mendukung kegiatan yang digerakkan komunitas. Terutama yang peduli pada lingkungan. Gerakan berbasis komunitas merupakan kultur warga Bali. Terlihat dari sistem keorganisasi tradisional seperti banjar, subak, sekaa teruna teruni, sekaa gong dan berbagai komunitas yang fokus di bidang tertentu.

Kehadiran komunitas di luar komunitas adat bisa mengambil bagian untuk menangani masalah sosial lain seperti masalah lingkungan dan pengentasan kemiskinan.

“Dengan komunitas gerakannya lebih partisipatif dan datanya lebih akurat. Gerakan komunitas biasanya lebih efektif dan langsung mencapai sasaran,” kata Rai Mantra.(mp)