Komunitas Spiritual Indonesia Gelar Sarasehan di Bali, Eka Wiryastuti Himbau untuk Selalu Eling

38

Badung (Mediapelangi.com)- Komunitas Spiritual Indonesia kembali menggelar sarasehan di Bali, kali ini dengan tema Lestari Bumi (Earth Preservation) dilaksanakan di GEO-Coffee Shop yang beralamat di Jalan Pengubengan Kauh No. 94 Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kab. Badung, Sabtu (21/10/2017).

Sarasehan dilaksanakan bekerjasama dengan Yayasan Wisnu yaitu sebuah lembaga sosial yang bergerak dibidang pelestarian lingkungan, dimulai sekitar Pk. 16.00 Wita diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tokoh masyarakat, pemangku, dan juga kalangan pemerhati lingkungan lainnya.

Sarasehan diisi dengan dialog tentang pelestarian lingkungan dibarengi dengan doa bersama untuk kelestarian bumi. Turut hadir sebagai pembicara dan motivator dalam sarasehan kali ini yaitu Putu Eka Wiryastuti (Bupati Tabanan) dan AA. Ngr. Oka Ratmadi (Anggota DPD RI Dapil Bali).

Pada kesempatan ini Eka Wiryastuti mengajak seluruh peserta sarasehan senantiasa “eling” dengan alam. “Kita harus menjaga lingkungan alam Pulau Bali agar tetap bisa memberi kemakmuran seperti halnya kawasan alam Jatiluwih di Tabanan, Kawasan Jatiluwih adalah sumber kemakmuran bagi masyarakat Tabanan”, ucap Eka.

Hal senada juga disampaikan oleh Agus Januaraka selaku panitia penyelenggara. Saat dikonfirmasi, Agus menekankan bahwa pentingnya kita menjaga kelestarian lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak tanaman dan selalu memberi energi positif kepada lingkungan sekitar. Disamping memilih hari penyelenggaraan yang tepat sesuai wewarigan Bali, kami juga mengundang Ibu Eka Wiryastuti untuk hadir karena beliau saya lihat memiliki peranan penting dalam menyebarkan energi positif agar kita senantiasa eling kepada alam semesta, termasuk fenomena gejala erupsi Gunung Api Agung saat ini, kita harus bisa menangkap hal itu sebagai pesan positif agar senantiasa menjaga kelestarian alam dan lingkungan Bali sehingga bisa memberi kemakmuran bagi umat manusia, pungkas Agus. (*mp).