KONI Tabanan Gelar Rapat Evaluasi Porprov 2017

35
?????????????

Tabanan (Mediapelangi.com)-Setelah hampir sebulan berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke XIII tahun 2017 di Gianyar, Jumat pagi (13/10/2017) KONI Tabanan menggelar rapat evaluasi gabungan melibatkan seluruh panitia dan pengurus cabor yang terjun saat Porprov bulan lalu.

Rapat evaluasi dilaksanakan di GOR Debes dipimpin langsung oleh Ketua KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan, SS dan dipandu oleh Kabid Litbang I Gede Nyoman Saptaadi, S.Sos

Menurut Ary Wirawan, rapat evaluasi bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi penting melakukan kilas balik seluruh proses dan mendengar hasil yang telah di capai oleh masing-masing cabor selama Porprov kemarin. Kita jangan terus larut dalam kesedihan karena berada pada peringkat terakhir, apapun hasilnya kita harus bisa memetik pelajaran berharga demi perbaikan olahraga Tabanan di masa-masa yang akan datang, terlebih lagi Porprov 2019 nanti Kab. Tabanan akan menjadi tuan rumah, terangnya.

Pada rapat evaluasi ini Kabid Pembinaan Prestasi KONI Tabanan IG.B Arya C. Palasara, S.Sos meminta seluruh cabor melaporkan seluruh proses, hasil, kendala serta kebutuhan teknis dan non teknis untuk melakukan pembenahan prestasi di masa-masa yang akan datang. “Dari 29 cabor yang diikuti hanya 20 cabor yang mampu mendulang medali, sisanya 9 cabor masih nihil medali, demikian juga dari sisi prestasi sejumlah cabor ada yang meningkat, tetap dan ada juga mengalami penurunan, jelas Palasara.

Sementara Yama Dhiputra, Wakil Ketua KONI Tabanan memaparkan, secara kuantitatif perolehan medali emas ada peningkatan dari 7 emas pada Porprov 2015 di Singaraja kini di Gianyar mampu meraih 10 medali emas.  Tetapi secara prestasi beberapa cabor ada penurunan, tahun ini penambahan medali emas justru datang dari cabor baru atau cabor yang baru pertama kali dipertandingkan di Porprov seperti Petanque dan Dansa, sedangkan beberapa cabor lama prestasinya justru tetap bahkan sebagian ada yang menurun, ungkap Yama.

Pada kesempatan ini Yama pun banyak menyoroti soal program kerja cabor dan kedisiplinan atlet.  “Tidak akan ada prestasi tanpa latihan yang disiplin, jangan menyerah dengan kondisi yang kurang  menguntungkan dan jangan mengamini kelemahan, sebagai pelatih kita harus terus berusaha mencari jalan keluar, bila perlu langkah terakhir ganti atlet yang tidak disiplin, tegas Yama.

Dari hasil evaluasi terungkap sejumlah kondisi yang dihadapi oleh masing-masing cabor sehingga kontingen Tabanan dirugikan seperti independensi wasit dan perubahan aturan main. Sedangkan penurunan prestasi dibeberapa cabor juga terungkap disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari soal materi dan stretegi pembinaan, kedisiplinan atlet, minimnya pelatih, atlet yang cedra, mental atlet, faktor usia, jadwal latihan yang tidak sesuai, minimnya latih tanding dan juga minimnya sumberdaya. Namun demikian sejumlah cabor juga mengalami peningkatan prestasi walau belum mampu mengantongi emas, seperti Bola Volly, walau hanya mampu meraih perunggu saat porprov tetapi perkembangan dan kinerjanya cukup terasa, tidak apa-apa, peningkatan prestasi harus kita lihat dari semua aspek, imbuh Yama.

Sebelum ditutup,  sejumlah rekomendasi disampaikan oleh Ketua KONI Tabanan yaitu; pertama, masing-masing pelatih atau pengurus cabor diharapkan menyusun program kerja untuk dibahas pada musyawarah kabupaten akhir tahun ini. Kedua, diharapkan pelaksanaan Kejurprov dari berbagai cabor bisa dilaksanakan di Tabanan karena hal itu akan bermanfaat sebagai ajang pemberdayaan dan pemanasan menjelang proprov 2019 terutama yang berhubungan dengan lokasi dan tempat penyelenggaraan , dan Ketiga, seluruh cabor diharapkan dapat berpartisipasi dalam acara sosialisasi olahraga kepada masyarakat Tabanan salah satunya melalui event “Kampung Olahraga” yang akan digelar november mendatang. (*/mp).