Koster Ingin Bangun Taman Wisata Mirip Universal Studio di Jembrana

203
foto - ist - Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, Minggu (10/6/2018) menggelar simakrama di Kabupaten Jembrana. Di hadapan ratusan warga Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, Minggu (10/6/2018) menggelar simakrama di Kabupaten Jembrana. Di hadapan ratusan warga Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Koster memaparkan visi, misi dan program kerjanya selama lima tahun ke depan.

Salah satu yang menjadi fokus perhatiannya adalah membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bumi Mekepung. Ia telah meracang bentuk ideal pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jembrana.

Koster ingin memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk membangun taman wisata. “Jadi kita bangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jembrana yaitu taman wisata seperti Ancolnya Jakarta atau seperti Universal Studio di Singapura atau Disney Land di Amerika Serikat,” kata Koster di Gedung Serbaguna Desa Mendoyo Dangin Tukad.

Tak hanya sekadar mengadopsi belaka, namun juga Koster memadukan dengan kerajinan rakyat, adat istiadat, seni, tradisi dan budaya Bali. “Jadi nanti di situ ada kerajinan rakyat, ada ciri dan pentas kesenian, tradisi, adat dan budaya Bali,” papar kandidat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PKPI, PKB dan PPP itu.

Ia meyakini taman wisata itu akan menumbuhkan perekonomian tidak saja Kabupaten Jembrana, namun juga Provinsi Bali secara keseluruhan. “Itu akan menjadi pergulatan perekonomian tidak saja di Jembrana, tapi juga Bali,” tegas kandidat yang berpasangan dengan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati ini.

Untuk itu, ia berkomitmen sejalan membenahi infrastruktur menuju Jembrana dan wilayah lain. “Tol yang menghubungkan Denpasar-Gilimanuk akan kita bangun. Begitu juga dengan kereta api lingkar Bali. Lalu shortcut Denpasar-Buleleng juga kita realisasikan, ada bandara juga di Buleleng dan sejumlah infrastuktur penunjang lainnya,” demikian ujar paket yang identik dengan pakaian putih dan hitam di kertas suara pada Pilgub Bali 27 Juni 2018 itu.(mp)