Koster Siap Fasilitasi Generasi Milenial Kembangkan Perekonomian Desa

55
Foto - Koster Berhadapan dengan Ratusan Warga Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem.

KARANGASEM, MEDIAPELANGI.com – Generasi milenial yang akrab dengan teknologi menarik minat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace). Koster ingin generasi milenial bisa diberdayakan untuk mendorong bergeraknya roda perekonomian di pedesaan.

“Kita butuh generasi milenial untuk bisa memanfaatkan teknologi untuk membangun perekonomian desa,” ujar Koster di hadapan ratusan warga Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Senin 30 April 2018.

Salah satu gerakan yang akan digagas oleh Koster untuk memberdayakan generasi milenial adalah mencetuskan gagasan satu desa satu produk yang bisa dijadikan unggulan. Nantinya, produk unggulan dari masing-masing desa se-Bali itu akan dipasarkan secara online. Pada titik itulah peran generasi milenial diperlukan.

Khusus untuk mengembangkan kemamouan generasi milenial di Karangasem Koster menggagas membangun universitas negeri akademi komunitas. Pendidikan tingkat lanjut dengan program studi Diploma I dan II itu nantinya akan difokuskan pada upaya pengembangan dan keterampilan pemda Karangasem sesuai kebutuhan pasar.

“Program studinya nanti pariwisata, spa, industri kreatif dan macam-macam lainnya yang sesuai dengan kebutuhan Bali,” kata Koster. Hal itu dilakukan agar Bali memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan terampil di bidang yang memang diperlukan, utamanya berkaitan dengan pertumbuhan perekonomian masyarakat di desa-desa. “Kita punya lahan seluas 10 hektar di Tulamben. Nanti dibangun di sana universitas negerinya itu. Gratis untuk masyarakat, dananya dibiayai APBD Provinsi Bali. Pelstihannya nanti juga ada di sana. Ada asramanya, bukunya ditanggung, semua ditanggung pemerintah,” papar dia.

Universitas semacam itu sudah dibangun oleh Koster di Jembrana dan Gianyar. “Tujuannya supaya masyarakat tidak mampu bisa meneruskan pendidikan ke universitas. (mp)